Unggahan terakhir Berly Diah Handayani, siswi SMPN 2 Manisrenggo, Klaten, yang bunuh diri sekitar dua jam setelah pengumuman kelulusannya, Jumat (2/6/2017). (Instagram @berlydiahhandayani) Unggahan terakhir Berly Diah Handayani, siswi SMPN 2 Manisrenggo, Klaten, yang bunuh diri sekitar dua jam setelah pengumuman kelulusannya, Jumat (2/6/2017). (Instagram @berlydiahhandayani)
Jumat, 2 Juni 2017 23:00 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Klaten Share :

BUNUH DIRI KLATEN
Sering Unggah Quotes Bijak, Ini Unggahan Terakhir Berly Diah Handayani

Berly Diah Handayani, siswi SMP asal Klaten yang bunuh diri, sering mengunggah quotes bijak di Instagram.

Solopos.com, KLATEN — Berly Diah Handayani, 15, siswa kelas IX SMPN 2 Manisrenggo ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Dukuh Tegalsono, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Klaten, sekitar dua jam setelah pengumuman kelulusannya, Jumat (2/6/2017).

Semasa hidup, Berly cukup aktif menggunakan media sosial. Hal itu terlihat dari berbagai foto yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @berlydiahhandayani. Melalui akun tersebut, ia kerap memamerkan fotonya dalam berbagai aktivitas.

Dalam semua fotonya, Berly terlihat bahagia. Ia yang pernah meraih juara II lomba puisi tingkat kabupaten kerap menuliskan kalimat puitis nan bijak sebagai caption foto, seperti pada unggahan terakhirnya, Rabu (28/5/2017) lalu.

Dalam foto itu, Berly yang mengenakan mukena krem tampak tersenyum manis ke arah kamera. Ia mengutip terjemahan hadis Abdul Hadi Al Umairi tentang kehidupan sebagai caption foto.

“Kemarin menjadi pelajaran, hari ini pengalaman, dan besok memperbaiki langkah. Inilah keadaan dunia. Kita hidup dan belajar, Abdul Hadi Al Umairi,” tulis Berly.

Kabar kepergian Berly untuk selamanya membuat pengikutnya (followers) di medsos kaget. Ucapan belasungkawa pun mengalir deras pada unggahan tersebut. Mereka seolah tak percaya nasib buruk yang menimpanya. “Selamat jalan dek, tenang di sana,” tulis @regganisris._.

“Rest in jannah nduk cah ayu. Kami semua selalu mendoakanmu. Berkah Ramadan akan menolongmu, amin,” sambung @desi_annisa.

“Walaupun baru kemarin ketemu, kamu udah tak anggep adik kandungku sendiri sayang. Masih ga percaya. Tenang di sana ya sayang, untuk dek Aisyah, Royan, bapak, dan ibu, yang sabar. Tetap berdoa ya semuanya,” imbuh @evanz.akh.

Seperti diberitakan Solopos.com sebelumnya, Berly ditemukan tewas menggantung di rumahnya, sekitar pukul 12.00 WIB, dua jam setelah pengumuman kelulusan SMP. Ia lantas dimakamkan di pemakanam Dukuh Gejegan Barat, Desa kebondalem Lor, sekitar pukul 16.00 WIB. Sampai saat ini belum diketahui pasti apa hal yang membuatnya memutuskan untuk mengakhiri hidup.

 

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…