Para seniman di Spirit of Colours bersama Hotel Horison Ultima Riss. (Ist)
Selasa, 23 Mei 2017 22:40 WIB Budi Cahyana/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Hotel Horison Ultima Riss Jadi Lokasi Pameran Spirit of Colours

Solopos.com, JOGJA—Hotel Horison Ultima Riss di kawasan Gowongan Kidul, Gedongtengen, Jogja menjadi tempat dilaksanakannya pameran lukisan bertema Spirit of Colours bekerja sama dengan komunitas seniman di bawah koordinasi seniman Spriadi dari Jogja.

Public Relations and GM Secretary Hotel Horison Ultima Riss, Tiara Sandi, mengungkapkan pembukaan pameran dilakukan pada Minggu (21/5/2017) oleh pemilik Horison Ultima Riss, Mirsawati. “Sebanyak 24 orang seniman memamerkan karya-karya mereka selama 21 Mei sampai 8 Juli 2017,” ujarnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Selasa (23/5/2017).

Ada nama-nama Soenarto PR, Totok Buchori, Nasirun, Spriadi, Bonno Jovi, Katirin, Slamet Widodo, S. Irvan, Risdianto, Josef H. Wenas, Mahmud S., Charles Schuster, Iin Kersen, Niluh Sudarti, Watie Respati, Anton Sutopo, Eddies Swa, Januri, Sentot Widodo, Heru Widodo, Indah Mulyani, Budi Yana, Eni Setyaningsih, dan S. Mulyana Gustama.

General Manager Hotel Horison Ultima Riss Jogja Arief Aar mengatakan kemitraan antara sektor pariwisata dan sektor seni rupa, khususnya dalam konteks Jogja, yang menjadi salah satu tujuan utama wisata domestik maupun internasional, merupakan sinergi yang saling menguntungkan.

Spriadi menambahkan Jogja sudah diproyeksikan sebagai ibukota kebudayaan Indonesia. “Jogja memiliki modal sosial dan budaya yang lebih dari cukup untuk mewujudkan cita-cita mulia ini,” ucapnya.

KGPH Prabukusumo dalam sambutannya juga mengapresiasi inisiatif ini, terutama pada aspek proses cipta, rasa dan karsa melalui penghayatan jati diri setiap seniman dibalik karya-karya mereka. Terutama kenyataan Spirit Of Colours sanggup menjadi wadah 24 seniman dengan berbagai latar belakang budaya mampu bekerja sama, menjalin persahabatan dalam berkesenian.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…