Muhammad Milkhan (Istimewa) Muhammad Milkhan (Istimewa)
Selasa, 23 Mei 2017 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com.

Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat laknat bisa dibilang lebih keji daripada para perampok karena efek ulah mereka jauh lebih merugikan masyarakat.

Para perampok hanya sanggup merampok dan merugikan satu atau dua orang. Pejabat laknat bisa menyebabkan ratusan bahkan ribuan orang menderita kerugian. Ada perampok yang terpaksa membunuh korbannya.

Pejabat laknat secara perlahan dan pasti mengakibatkan banyak masyarakat kelaparan dan menanggung kemiskinan menuju kematian. Warga Klaten mempunyai persoalan besar, yaitu perihal ingatan.

Memang tidak semuanya punya persoalan itu. Faktual, persoalan daya ingat menjadi penyakit yang diidap mayoritas warga Klaten. Warga yang mayoritas itu berulang kali gagal mengingat masa lalu yang buruk perihal pemimpin mereka hingga kejadian memalukan terjadi pada akhir tahun, beberapa hari lalu.

Itu sebenarnya ulangan hal yang sama. Sang suami yang pernah menjabat Bupati Klaten beberapa tahun yang lalu tersangkut kasus dugaan korupsi. Kini si istri yang menduduki kursi bupati, seperti almarhum suaminya, juga tersangkut kasus sama, terjerat kasus dugaan korupsi bermodus suap.

Sang suami ini, kini telah almarhum, pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan buku paket tahun ajaran 2003/2004 senilai Rp 4,7 miliar dan kasus penggunaan dana anggaran pendapatan belanja daerah untuk perjalanan ke luar negeri.

Bupati perempuan yang punya wakil bupati perempuan dan bisa jadi merupakan satu-satunya pasangan perempuan kepala daerah di Indonesia tersebut tertangkap basah sedang menerima suap atau gratifikasi terkait mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten.

Semula ia istri bupati kemudian menjadi wakil bupati dan akhirnya menjadi bupati. Ini hal mudah yang tidak perlu membutuhkan tenaga terlalu besar untuk terus mengingat dan menyimpannya di memori otak waras warga Klaten.

Faktanya, masih ingatkah warga Klaten bahwa sang suami dulu adalah bupati yang memiliki prestasi buruk? Pada akhir jabatannya sang suami disangka melakukan korupsi dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Tanda-tanda bahwa ingatan mayoritas warga Klaten begitu lemah terbukti dalam pemilihan kepala daerah pada  2010 tatkala Sri Hartini mencalonkan diri menjadi wakil bupati mendampingi calon bupati petahana, Sunarna.

Masa lalu suaminya sebagai sosok bupati yang disangka melakukan korupsi di Klaten ternyata tidak menjadikan warga Klaten jera dam malah memilih istri mantan bupati tersebut menjadi orang nomor dua di Kabupaten Klaten.

Kala itu pasangan Sunarna dan Sri Hartini mendapat suara meyakinkan mengalahkan lawan mereka dalam. Ini bukti mayoritas warga Klaten memiliki kemampuan daya ingat yang buruk, mereka memilih seorang istri mantan bupati yang disangka melakukan korupsi menjadi wakil pemimpin daerah mereka.

Selanjutnya: Kelemahan daya ingat mayoritas warga Klaten mencapai puncaknya

lowongan pekerjaan
PENGAWAS&ESTIMATOR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Ayo Sowan Simbah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (14/9/2017). Esai ini karya Joko Setiyono, pustakawan di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah jjoko@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Banyak orang tidak tahu 14 September bagi bangsa Indonesia merupakan Hari Kunjung Perpustakaan….