Ilustrasi anak-anak sekolah (Kaskus.co.id) Ilustrasi anak-anak sekolah (Kaskus.co.id)
Sabtu, 20 Mei 2017 04:22 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Fokus Share :

TIPS POLA ASUH
Pilihkan Sekolah, Sesuaikan Kebutuhan

Tips pola asuh berikut mengenai cara memilih sekolah

Solopos.com, JOGJA — Sudah menjadi kewajiban bagi sepasang suami istri untuk bekerjasama mengambil peran serta membuat perencanaan masa depan bagi sang buah hati. Bukan tanpa alasan, masa depan anak menjadi satu hal yang penting untuk diperhatikan salah satunya yakni melalui pendidikan.

Seperti yang dilakukan Herlin Anggita, warga Santan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Ia mengatakan bahwa perencanaan masa depan untuk anaknya, Sabrina, 5,5, sudah mulai dilakukan sejak saat ini meskipun Sabrina masih akan memasuki dunia pendidikan sekolah dasar pada tahun depan.

Menyusun perencanaan untuk masa depan Sabrina dilakukannya bersama-sama dengan suaminya. Salah satu poin yang direncanakan yakni terkait pendidikan atau sekolah Sabrina tahun mendatang. Herlin yang kini tengah mengandung anak keduanya yang berusia delapan bulan tersebut berpikir panjang terkait sekolah yang akan jadi tempat belajar Sabrina kelak.

“Lebih kami prioritaskan mencari SD yang dekat rumah, ya pertimbangannya karena suami bekerja dan ada baby juga jadi supaya nggak terlalu repot untuk antar jemput Sabrina,” kata Herlin, Rabu (3/5/2017) lalu.

Herlin mengakui, dalam melakukan perencanaan hanya dilakukan berdua dengan suaminya saja tanpa melibatkan orang lain. Hal itu dilakukannya mengingat dalam perencanaan pendidikan akan menyesuaikan dengan kebutuhan Sabrina dan juga kesibukan antara ia sebagai ibu rumah tangga dan juga suaminya yang bekerja di salah satu bank di Jogja. Dengan pertimbangan tersebut sehingga diupayakan dapat dilakukan hanya dengan ‘rembugan’ saja dengan sang suami. Sementara anaknya, Sabrina yang usianya masih kecil hanya dilibatkan dalam pengenalan tentang sekolah yang akan dilanjutkan setelah menyelesaikan tahapan taman kanak-kanak.

Dalam waktu satu tahun ke depan tersebut ia dan suaminya pun mulai giat menelisik bakat maupun ketertarikan buah hatinya tersebut. Dikatakannya, dengan upaya tersebut pun mampu membantu ia dan suaminya untuk menentukan sekolah yang terbaik bagi Sabrina nanti. Selain itu, juga mulai mengenalkan kepada sang anak tentang keberadaan calon sekolahnya.

“Biasanya kalau saat jalan-jalan lewat depan calon sekolahnya sudah mulai kasih tau ke Sabrina ‘ini lho sekolahnya Sabrina besok’ ,” kata Herlin.

Lebih spesifik, ia dan suaminya berupaya mengedepankan untuk memberikan pendidikan di sekolah yang dominan terhadap pembelajaran agama. Herlin yang seorang muallaf berharap anaknya dapat menerima pendidikan tentang agama Islam lebih baik lagi sembari dirinya pun ikut belajar. Prinsip tersebut pun telah dilakoni sejak memilihkan Sabrina sekolah saat di bangku TK, dimana TK islam yang menjadi pilihan.

Tak hanya pembahasan soal sekolah pertama Sabrina pada tahun depan yang dibuat bersama suaminya namun juga terkait pendidikan Sabrina hingga duduk di bangku kuliah. Rencana pembiayaan sampai dengan kuliah pun telah mulai dipikirkan sejak sekarang.

lowongan kerja
lowongan kerja GALVASTELL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…