Siti Sudjarahwati, 73, Pencipta lagu anak-anak asal Condongcatur, Sleman bersama buku karangannya berjudul 'Pesona Pertiwi' (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja) Siti Sudjarahwati, 73, Pencipta lagu anak-anak asal Condongcatur, Sleman bersama buku karangannya berjudul 'Pesona Pertiwi' (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 20 Mei 2017 07:22 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KISAH INSPIRATIF
Siti Sudjarahwati Ingin Menciptakan Lagu Anak hingga Usia Senja (1/4)

Kisah Inspiratif mengenai Siti Sudjarahwati yang konsisten menciptakan lagu anak.

Solopos.com, JOGJA — Kecintaan dan rasa peduli yang begitu besar terhadap dunia anak-anak menjadikan Siti Sudjarahwati, bergerak membuat sebuah pembuktian. Bukti yang sekaligus menjadi baktinya pada negeri Indonesia yang kaya akan keindahan alam, budaya, juga kesenian yang tak pernah padam.

Siti membongkar kembali tumpukan catatan berkas di masa lalu. Dengan teliti ia memilih dan memilah catatan tua miliknya tersebut. Menyisir satu demi satu kata yang tertuang di kertas dengan jarinya yang lebih banyak terdapat keriput. Sesekali terdengar suaranya lirih melantunkan lirik, menyebut kata bendera, tanah pusaka, juga Indonesia.

Perempuan berusia 73 tahun tersebut mulai bercerita bagaimana awal mula ia membuat belasan karya yang berfokus di bidang seni suara. Kala itu ia masih terjun menjadi seorang pendidik di salah satu sekolah dasar di Sleman, DIY.  Anak-anak didiknya menjadi objek pengamatannya waktu itu, dimana terlihat jelas pola perilaku anak yang kerap membuatnya berkali harus mengelus dada.

“Anak-anak senang dan sering sekali menyanyikan lagu-lagu milik orang dewasa. Waktu itu hati saya mengatakan ada yang perlu diperbaiki di sini,” kata Siti saat dijumpai di kediamannya di Condong Catur, Kamis (4/5/2017).

Siti merasa sangat prihatin dengan munculnya fenomena tersebut. Bukan tanpa alasan, selain semakin jauh dari lagu-lagu yang sesuai dengan usianya, ada perilaku yang menurutnya tak seharusnya dilakukan anak-anak. Misalnya, anak-anak seusia sekolah daar telah mengenal cinta dengan lawan jenis. Fenomena hubungan antar orang dewasa seperti adanya istilah pacaran juga merebak di lingkungan anak didiknya.

Menurut Siti, ada keterkaitan dalam berbagai hal tersebut yang dimulai dengan kebiasaan anak menyanyikan lagu-lagu dewasa tersebut. Tergugah Siti untuk membuat lirik lagu yang dibuat khusus untuk anak-anak usia sekolah. Besar harapan Siti dengan adanya lagu-lagu tersebut dapat mengubah perilaku anak-anak sekolah saat ini.

“Berkesenian itu menyampaikan pesan moral. Melalui karya seni itu anak-anak akan berimajinasi. Jangan sampai salah menyampaikan,” kata Siti.

lowongan kerja
lowongan kerja SMPI-PK MUHAMMADIYAH DELANGGU, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…