Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Sabtu, 20 Mei 2017 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG
Penahbisan Uskup Agung Semarang Dipadati Ribuan Umat

Keuskupan Agung Semarang kini dipimpin Uskup Agung Mgr. Robertus Rubiyatmoko yang ditahbiskan atau disucikan, Jumat (19/5/2017).

Solopos.com, SEMARANG — Setidaknya 18.000 umat Katolik menghadiri upacara penahbisan Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai uskup agung Semarang di kampus Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jumat (19/5/2017). Prosesi penahbisan episkopal yang berlangsung sakral dan khidmat itu berakhir sekitar pukul 19.00 WIB.

Umat Katoik itu berbondong-bondong datang untuk menyaksikan langsung tahap demi tahap prosesi penahbisan episkopal dari Lapangan Bhayangkari Akpol Semarang. Kegiatan penahbisan didahului dengan pembacaan surat penunjukan Takhta Suci Vatikan kepada Rama Rubi—sapaan akrab Mgr. Rubiyatmoko—oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Filipazzi.

Setelah surat penunjukan dari Takhta Suci Vatikan selesai dibacakan dimulailah prosesi penahbisan episkopal. Prosesi itu dipimpin Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo yang didampingi Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC dan Uskup Malang Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan OCarm.

Debut Rama Rubi di hadapan umat Katolik dilakukannya dengan berjalan menuju altar yang sudah dipersiapkan. Ia disambut uskup-uskup lain dan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia diiringi lantunan doa dari umat. Selanjutnya, dalam posisi berlutut, Rama Rubi melakoni prosesi penasbihan di altar yang sudah disiapkan dengan pembacaan syahadat rasuli oleh sosok kelahiran Sleman, 10 Oktober 1963 itu.

Uskup Agung Jakarta Mgr. Suharyo selanjutnya mengumumkan secara resmi bahwa Rama Rubi adalah pemimpin Keuskupan Agung Semarang. Permakluman itu langsung disambut tepuk tangan dari umat Katolik yang menghadiri ritual itu.

Rama Rubi merupakan uskup ke-6 Keuskupan Agung Semarang yang ditunjuk oleh Vatikan menggantikan uskup sebelumnya, yakni mendiang Mgr. Johannes Pujasumarta yang wafat 10 November 2015. Di hadapan ribuan umat Katolik yang menghadiri penahbisannya, Rama Rubi menyampaikan komitmennya sebagai hamba gereja yang akan melayani umat dengan sepenuh hati.

Ia juga berjanji dengan penuh iman akan selalu siap melayani kapapun gereja membutuhkannya. “Martabat Uskup merupakan suatu anugerah istimewa yang pantas disyukuri, sekaligus suatu salib indah yang mesti ditekuni. Panggilan ini merupakan rahmat untuk makin dekat dengan Tuhan,” katanya.

Ketua Panitia Penahbisan, Rukma Setyabudi, sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara mengklaim kegiatan yang dirancang olehnya itu dihadiri setidaknya 18.000 umat yang hadir bersama 30 uskup dari 37 keuskupan di Indonesia. Di antara hadirin itu, terdapat 500 imam atu pastor, 15.000-an umat 100 paroki, baik dari dalam maupun luar Keuskupan Agung Semarang. Jumlah 18.000 itu diyakininya bisa menggelembung seandainya jumlah hadirin tidak ia batasi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja SMPI-PK MUHAMMADIYAH DELANGGU, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…