Tulisan Garuda Ku Kafir dicantumkan pada undangan kediatan pada Hari Kebangkitan Nasional di kampus FISIP Undip Semarang namun Selasa (16/5/2017) malah bikin heboh. (Facebook.com) Tulisan Garuda Ku Kafir dicantumkan pada undangan kediatan pada Hari Kebangkitan Nasional di kampus FISIP Undip Semarang namun Selasa (16/5/2017) malah bikin heboh. (Facebook.com)
Sabtu, 20 Mei 2017 04:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

HARI KEBANGKITAN NASIONAL
Anggap Poster Harkitnas 2017 di FISIP Undip Provokatif, Polisi Interogasi Saksi

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2017 di Undip batal diperingati karena poster kegiatan itu dinilai provokatif oleh sejumlah politikus dan polisi.

Solopos.com, SEMARANG — Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono mengakui jajarannya mendalami pelaku yang diduga memasang poster provokatif yang sempat terpasang di sejumlah titik di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip) Semarang, Jawa Tengah.

Anggapan bahwa poster publikasi kegiatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2017 di kampus FISIP Undip itu provokatif tersebut ia kemukakan di Kota Semarang, Kamis (18/5/2017). “Masih memeriksa saksi-saksi,” aku Condro Kirono pendek menjawab pertanyaan wartawan yang antara lain dipublikasikan Kantor Berita Antara.

Terpisah, Kasubdit Kontra Propaganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kolonel Sujatmiko mengaku telah mendeteksi keberadaan poster-poster provokatif tersebut di perguruan tinggi. Kendati mengaku belum mengetahui tujuan pasti pemasangan poster-poster itu, ia mengumbar asumsi bahwa hal itu merupakan bukti adanya upaya propaganda di kampus. “Sudah ada bukti upaya propaganda masuk ke kampus,” ucapnya.

Atas asumsi itu, Sujatmiko menyerukan perlunya upaya pencegahan dengan mempererat persatuan dan kesatuan. Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah poster dan spanduk undangan kegiatan, Selasa (16/5/2017) sore, dipasang di seputaran Kampus FISIP Undip. Poster yang kemudian dicopoti otoritas kampus Undip Semarang setelah berkoordinasi dengan polisi itu bergambarkan siluet Garuda Pancasila dengan dominasi warna merah. Tulisan “Garuda Ku Kafir” berwarna putih terpampang di tengahnya. Sedangkan spanduk bertuliskan “Bhinneka Tinggal Duka”. Di bagian bawah poster tertulis jadwal dan lokasi kegiatan dengan huruf berwarna putih, “Depan Gedung A FISIP Undip 20 Mei 2017 Pukul 15.30 WIB”.

Berdasarkan penelusuran Semarangpos.com, frasa “Bhinneka Tinggal Duka” telah tercatat sebagai unggahan di Internet sejak 2012 dan belakangan hari ini semakin populer saja. Bahkan oleh kalangan muda kreatif yang mengampanyekan perlunya persatuan di tengah keberagaman Indonesia, frasa yang mencerminkan rasa prihatin atas kondisi mutakhir bangsa dan negara Indonesia itu sempat dimanfaatkan sebagai tema kompetisi video online untuk mengembalikan sikap toleransi di kalangan anak muda Indonesia.

Pemilikiran berbeda dianut sejumlah politikus. Kendati kala itu belum jelas pemasang poster dan spanduk serta maksud pemasangannya, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menebar kecurigaan bahwa kampus Undip telah disusupi penganut paham anti Pancasila. Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta pemasang poster dan spanduk yang dinilainya bernada provokatif itu harus diusut tuntas. Politikus PDI Perjuangan itu sempat pula meminta warganya selalu guyub dan kompak meski berbeda etnis, budaya, dan agama, seolah-olah pemasangan poster dan spanduk itu adalah kaum separatis yang mencoba merongrong kekuasaan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja GRAINS & DOUGH RESTAURANT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…