Ilustrasi aktivitas gudang beras Bulog (JIBI/Harian Jogja/Antara) Ilustrasi aktivitas gudang beras Bulog (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Jumat, 19 Mei 2017 22:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

RASKIN SRAGEN
Kualitas Kurang Bagus, Bulog Ganti Rastra di Gondang

Raskin Sragen, Bulog mengganti rastra untuk masyarakat Gondang karena kualitasnya jelek.

Solopos.com, SRAGEN — Badan Urusan Logistik (Bulog) berinisiatif mengganti beras sejahtera (rastra) untuk penyaluran Mei di Desa/Kecamatan Gondang, Sragen, karena kualitasnya jelek dan dikeluhkan warga penerima pada Jumat (19/5/2017).

Sebenarnya hanya 10 sak rastra yang dikeluhkan warga penerima tetapi Bulog mengganti semua rastra yang dikirim ke Balai Desa Gondang dengan rastra baru dari Bulog. Sekretaris Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Sragen, Lilik Slamet, saat dihubungi Solopos.com, Jumat siang, menyampaikan keluhan terhadap kualitas rastra Mei datang dari warga penerima rastra di Gondang.

Dia menyampaikan kebetulan Bulog didampingi aparat TNI langsung datang dan mengganti semua rastra di Balai Desa Gondang. “Sebenarnya yang kualitas berasnya kurang baik itu hanya 10 sak tetapi akhirnya Bulog mengganti semua rastra yang ada. Penerima rastra di Gondang ada 324 keluarga. Tetapi yang diganti belum dihitung. Mungkin sampai ratusan sak karena menggunakan truk. Berasnya itu seperti mengandung bekatul dan patahan seperti menir banyak,” ujar Lilik.

Kepala Gudang Bulog Krikilan, Masaran, Sragen, Suhardi, menyampaikan penyaluran rastra di Gondang itu wewenang dari Gudang Bulog Duyungan. Dia mengatakan Gudang Bulog Krikilan melingkupi wilayah distribusi rastra di Tanon, Plupuh, Kalijambe, Gemolong, Miri, Tanon, Masaran, Sragen Kota, hingga Ngrampal. “Pada posisi sekarang Gudang Bulog Krikilan sudah menyalurkan rastra 586,395 ton,” katanya.

Kepala Gudang Bulog Duyungan, Sidoharjo, Sragen, Nur Fuad, membenarkan rastra di Gondang diganti dengan rastra baru. Dia membantah kualitas rastra di Gondang buruk. “Bukan berasnya yang buruk tetapi kemasan saknya yang sobek-sobek sehingga diganti. Jumlahnya tidak banyak, hanya 10 sak. Ya, itu kerusakan kecil sehingga tidak semua diganti,” tuturnya.

Kasubag Bina Produksi Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Supriyadi, juga mendapat laporan dari anggota stafnya tentang keluhan kualitas rastra di Gondang yang kurang baik. Dia menyampaikan tim dari TNI sudah terjun mencari keluhan itu tetapi belum bisa berkoordinasi dengan Kepala Desa Gondang.

“Selama ini Bulog siap mengganti bila ditemukan rastra yang kualitasnya buruk. Tinggal dipastikan kualitas rastra yang dikeluhkan itu seperti apa. Beberapa hari lalu juga ada keluhan dari warga Gringging tetapi saat dihubungi ke Kecamatan Sambungmacan juga belum mendapatkan informasi yang tepat. Kalau saya mengeceknya kan hanya sampel. Mungkin rastra itu merupakan bagian beras paling bawah sehingga wajar bila rusak,” katanya.

Wakil Bupati (Wabup) Sragen Dedy Endriyatno menilai permasalahan rastra itu berdampak pada Pemerintah Daerah (Pemda) Sragen yang terkena getahnya. Dia berpendapat rastra yang mestinya disalurkan per bulan mulai Januari ternyata baru dirapel sejak April dan Mei ini.

“Akhirnya rastra yang sudah tersimpan sejak Januari baru didistribusikan April-Mei. Kalau ditumpuk di gudang kan banyak yang rusak. Banyak keluhan yang sampai ke sana. Sebenarnya bukan salah Bulog tetapi kebijakan pemerintah pusat terkait data yang tidak cepat sampai ke daerah,” tambahnya.

 

lowongan pekerjaan
ASTRA DAIHATSU KLATEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Presiden Mantu, UKM Terbantu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (7/11/2017). Esai ini karya Suharno, dosen di Program Studi Akuntansi dan Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi Solo. Alamat e-mail penulis adalah suharno_mm_akt@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi memang pribadi yang…