Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi alias Hendi (JIBI/Solopos/Antara) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi alias Hendi (JIBI/Solopos/Antara)
Jumat, 19 Mei 2017 14:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PILKADA 2018
Masuk Bursa Pilgub Jateng, Ini Kata Hendi...

Pilkada atau Pilgub Jateng 2018 memunculkan nama-nama tokoh politik sebagai calon ke hadapan publik.

Solopos.com, SEMARANG — Nama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi mulai disebut-sebut dalam bursa kandidat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) 2018. Namun Hendi mengaku  tidak pernah bermimpi untuk maju dalam mencalonkan diri dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) tingkat Provinsi Jateng itu.

“Sampai saat ini, saya tidak pernah punya mimpi ke arah sana. Saya merasa masih banyak pekerjaan rumah [PR] di Semarang,” katanya, di sela-sela acara Ngopi Bareng Hendi di Warung Kopi PIP Balai Kota Semarang, Rabu  (17/5/2017).

Meski pada beberapa kesempatan namanya selalu disebut dalam bursa kandidat pilkada atau Pilgub Jateng 2018, Hendi mengatakan belum berkeinginan maju dan jika boleh memilih ingin tetap menuntaskan tanggung jawabnya memimpin Kota Semarang. Sebagai kader PDI Perjuangan, orang nomor satu di Kota Semarang itu memahami bahwa penentuan kandidat untuk maju Pilgub Jateng merupakan hak prerogatif Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Selama ini, Mas Ganjar dan Pak Heru [Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko] sebagai gubernur dan wakil gubernur kan kompak. Buktinya, sampai sekarang enggak pernah berantem. Kenapa harus diutak-utik,” katanya.

Apalagi, kata dia, kemudian muncul beberapa analisis dalam bursa Pilgub Jateng yang memasangkan Ganjar dengan figur lain, atau Heru dengan figur lain, padahal keduanya selama ini bersinergi memimpin Jateng. Berkaitan dengan banyaknya penghargaan yang diterimanya, Hendi juga menampik jika itu dikaitkan dengan persiapannya agar mendapatkan rekomendasi dari Megawati untuk maju dalam Pilgub Jateng mendatang.

“Penghargaanku tidak beli, tidak bayar. Tidak ada hubungannya [dengan pilgub]. Kecuali, saya punya niat seperti itu, misalnya bayar sekian supaya dapat penghargaan, dapat panggung,” katanya.

Namun, kata dia, berbagai penghargaan yang didapatkannya merupakan hasil kerja keras seluruh warga masyarakat, bersama pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kota Semarang yang semakin hebat.

“Saya merasa di Semarang ini masih lucu-lucunya. Artinya, seluruh OPD sudah siap nyengkuyung, pengusaha juga sudah banyak yang oke untuk berinvestasi, dan koordinasi muspida juga oke,” katanya.

Oleh karena itu, jika boleh memilih, Hendi merasa lebih enak memimpin Semarang dan menuntaskan semua PR yang masih tersisa meski semua keputusan berada di tangan Ketua Umum PDI Perjuangan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…