Pemulung bernama Sarni diperiksa di Mapolsek Kota Sragen. (Istimewa) Pemulung bernama Sarni diperiksa di Mapolsek Kota Sragen. (Istimewa)
Jumat, 19 Mei 2017 10:15 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Sragen Share :

Kerap Tepergok Mencuri, Pemulung di Sragen Ini Diserahkan ke Polisi

Warga menangkap pemulung yang ketahuan mencuri di Sragen.

Solopos.com, SRAGEN — Warga Ngemplak, Nglorog, dan Widoro, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, akhir-akhir ini dibuat resah dengan ulah wanita pemulung yang kerap mencuri perabot rumah tangga yang terbuat dari plastik seperti ember dan tempat sampah.

Pemulung yang belakangan diketahui bernama Sarni, warga Nglorog, itu akhirnya harus berurusan dengan polisi setelah ketahuan mencuri kotak amal dan isinya di kawasan Cantel.

Berdasar pengamatan solopos.com, pemulung itu kerap mondar-mandir di kawasan Widoro. Sarni mulai keluar rumah sejak Subuh. Biasanya dia akan mengorek isi tempat sampah yang berada di halaman rumah warga untuk mencari botol bekas dari plastik.

Tidak jarang sampah itu dibiarkan tak beraturan di halaman rumah. “Kalau kita lupa tidak memasukkan ember atau tempat sampah ke dalam rumah, pagi harinya pasti hilang. Selalu begitu terus. Makanya, sekarang saya pakai tempat sampah dari bahan anyaman bambu, bukan dari plastik biar tidak hilang,” papar Suparno, 50, warga Nglorog, kala berbincang dengan solopos.com, Jumat (19/5/2017).

Aksi pencurian perabotan rumah tangga itu sebetulnya sudah kerap dipergoki warga. Biasanya Sarni akan berlari pontang panting. Namun, warga tidak berusaha mengejar karena sudah menyadari pemulung itu punya gangguan kejiwaan.

“Memang dia itu kurang waras. Masak mau diramaikan. Tapi, kalau tidak dikasih pelajaran kok bikin resah warga,” papar Suparno.

Setelah berkali-kali berhasil mencuri, pemulung itu akhirnya kena batunya. Ketika melintasi kawasan Cantel Kulon, RT 004/RW 023, Kamis (18/5/2017), Sarni masuk ke warung makan dan mengambil sebuah kotak amal titipan dari Baitul Mal Peduli Sesama.

Dalam kotak amal itu terdapat uang senilai Rp90.700. Tak jauh dari warung makan milik Partin Muslimin, Sarni berusaha memecah kotak amal itu untuk mengambil isinya. Saat itulah, aksi Sarni dipergoki warga sekitar. Warga ramai-ramai menangkap Sarni dan menyerahkannya ke Mapolsek Kota Sragen.

“Kami sudah memeriksa dia berikut barang bukti. Kami juga sudah meminta keterangan keluarga dan ketua RT setempat. Dari sana kami dapat info bahwa yang bersangkutan memang punya gangguan kejiwaan. Dia juga sudah menyadari kesalahannya dan berjanji tidak mengulanginya. Akhirnya, dia kami serahkan kepada pihak keluarga,” terang Kapolsek Kota Sragen AKP Suseno.

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…