Wakil Rektor I Undip, Prof. M. Zainuri. (Twitter.com-@Heruhorn) Wakil Rektor I Undip, Prof. M. Zainuri. (Twitter.com-@Heruhorn)
Jumat, 19 Mei 2017 23:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

HARI KEBANGKITAN NASIONAL
Undip Minta Maaf Poster Provokatif, Harkitnas 2017 Batal Diperingati FISIP

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2017 batal diperingati di FISIP Undip menyusul ditiupkannya desas-desus kecurigaan anti Pancasila di kampus terkemuka Kota Semarang itu.

Solopos.com, SEMARANG — Desas-desus yang ditiupkan kalangan politikus bahwa Universitas Diponegoro (Undip) telah disusupi penganut paham anti Pancasila seiring dengan ditemukannya poster dan spanduk bertuliskan “Garuda Ku Kafir” dan “Bhinneka Tinggal Duka” membuat otoritas kampus perguruan tinggi ternama di Kota Semarang itu meminta maaf.

Pemohonan maaf otoritas kampus Undip Semarang terkait temuan poster yang dinilai sejumlah politikus dan polisi bernada provokatif dan melecehkan lambang negara di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu disampaikan Wakil Rektor I Undip Prof. Muhammad Zainuri. “Atas nama Undip, kami minta maaf. Undip berkomitmen untuk menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, serta menghormati pluralitas dan kebinekaan,” kata Zainuri dalam jumpa pers yang digelar di kampus Undip Tembalang, Kota Semarang, Jumat (19/5/2017).

Kampus Undip sebelumnya dihebohkan dengan temuan poster bergambar siluet Garuda Pancasila berwarna merah yang di tengahnya bertuliskan “Garuda Ku Kafir”. Di bagian bawah poster tersebut tertulis pula “Depan Gedung A FISIP Undip 20 Mei 2017 Pukul 15.30 WIB” sebagai petunjuk bahwa poster itu adalah undangan kegiatan. Poster itu ditempel di sejumlah titik di kampus FISIP Undip.

Selain poster “Garuda Ku Kafir”, terentang pula di dekat kantin kampus setempat spanduk bertuliskan “Bhinneka Tinggal Duka”. Berdasarkan penelusuran Semarangpos.com, frasa “Bhinneka Tinggal Duka” belakangan hari ini populer di kalangan muda kreatif yang mengampanyekan perlunya persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Diklaim Zainuri, para pelaku penempelan poster itu sudah diketahui. Mereka adalah mahasiswa yang menyatakan siap bertanggung jawab atas tindakan yang telah mereka ambil. Mahasiswa itu, diakuinya telah menghadap dekan FISIP dan rektor Undip untuk meminta maaf atas tindakan yang mereka lakukan itu.

Kendati poster kegiatan telah disebar sebagai publikasi rencana pelaksanaan kegiatan, Zainuri menyatakan agenda kegiatan di depan Gedung A FISIP Undip, Sabtu (20/5/2017) itu, masih berupa wacana. “Mengenai kegiatan ini, hanya dirapatkan beberapa pengurus BEM. Ada lima orang, tetapi tidak dilaporkan ke BEM. Namun, salah satunya secara pribadi memasang poster dan spanduk tanpa izin dan koordinasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan kegiatan yang rencananya digelar mahasiswa itu tidak bermuatan niat melecehkan simbol negara dan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mengenai pemasangan poster bertuliskan “Garuda Ku Kafir”, berdasarkan pengakuan pemasangnya dimaksudkan untuk menarik perhatian dengan membuat penasaran pembacanya. Tujuannya semat-mata agar banyak civitas academica yang datang.

Pembuat poster publikasi kegiatan itu, masih menurut Zainuri tidak menyadari konsep posternya bakal dipersoalkan. “Ini hanya untuk memancing perhatian dengan poster dan gambar-gambar provokatif. Tetapi, tidak ada satu pun makna dan niat untuk melecehkan simbol negara. Katanya, acara ini untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional,” katanya.

Zainuri selanjutnya kembali menyayangkan dan merasa prihatin terhadap apa yang dilakukan mahasiswa bersangkutan karena poster itu menimbulkan penafsiran bermacam-macam, termasuk penafsiran pelecehan terhadap lambang negara. Karena persepsi berbeda-beda di antara pembaca poster publikasi kegiatan itu, peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2017 di kampus FISIP Undip Semarang tersebut ia pastikan dibatalkan.

KLIK DI SINI untuk Tuduhan Ketua DPRD Kota Semarang
KLIK DI SINI untuk Tuduhan Wali Kota Semarang

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan kerja
lowongan kerja CV. CATUR SENTOSA ADIPRANA,Tbk, Cabang Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…