Purnawirawan Kopral Bagyo berorasi terkait semangat kebhinekaan dan melawan berita hoaks setelah berlari membawa obor dari Perempatan Ngapeman menuju Gladak, Solo, Jumat (19/5/2017). (M. Ferry Setiawan/JIBI/Solopos) Purnawirawan Kopral Bagyo berorasi terkait semangat kebhinekaan dan melawan berita hoaks setelah berlari membawa obor dari Perempatan Ngapeman menuju Gladak, Solo, Jumat (19/5/2017). (M. Ferry Setiawan/JIBI/Solopos)
Jumat, 19 Mei 2017 12:30 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Solo Share :

Gelorakan Persatuan, Kopral Bagyo Bawa Obor dan Berlari di Jl. Slamet Riyadi Solo

Kopral Bagyo kembali beraksi untuk menyuarakan kebhinekaan.

Solopos.com, SOLO — Purnawirawan TNI yang pernah bertugas di Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Solo Partika Subagyo alias Kopral Besar Bagyo melakukan aksi longmarch dari Simpang Empat Ngapeman, Jl. Slamet Riyadi Solo, menuju Bundaran Gladak, Jumat (19/5/2017).

“Saya tidak pakai lilin. Obor ini melambangkan semangat gelora pantang menyerah. Kobarkan semangat Pancasila. NKRI harga mati,” pekik Kopral Besar Bagyo sebelum memulai longmarch Jumat pagi.

Kopral Bagyo mengenakan pakaian doreng warna hijau dengan motif hitam dan krem. Sebuah penutup kepala warna hitam terpasang rapi di kepalanya. Ia juga mengenakan sarung tangan hitam dan sabuk hitam melingkar di bagian luar pakaiannya.

Sebelum berangkat, sang kopral meregangkan badan. Sebuah obor dari batang bambu yang sudah dilapisi kain doreng ia pegang pada tangan kanannya. Seorang anggota linmas Kota Solo, Tri Haryani, 41, menyalakan obor tersebut.

Tak lama, Kopral Bagyo berlari-lari kecil menuju ke arah timur. Bersamanya, lima orang yaitu Marwoto, Joko, Muh. Adi, Riyadi dan Agus Rambo turut serta dalam aksi tersebut. Mereka membawa sebuah bendera merah-putih dan dua buah plakat. Salah satu plakat bertuliskan “Waspada Upaya Perpecahan Bangsa. Gelorakan Semangat Persatuan, Bhineka Tunggal Ika.”

Sedangkan plakat lain bertuliskan “Jangan Suka mBaca Berita Hoax mBikin Situasi Kacau. Cen Berita Hoax itu Emboeh… Criitt.” Dua penarik becak juga turut serta dalam aksi itu sambil mengayuh becak mereka.

Setelah sampai di kawasan Gladak, Kopral Bagyo kemudian berorasi di dekat Patung Slamet Riyadi. Dia menyuarakan agar masyarakat jangan sampai tercerai berai. “Percayakan TNI dan Polri sebagai garda bangsa,” lanjutnya.

Ditemui seusai orasi, Kopral Besar Bagyo mengatakan aksi itu dilakukan karena prihatin atas kondisi kebangsaan yang mengarah pada perpecahan. “Hari-hari ini yang katanya demokrasi hilang. Mari gelorakan Bhineka Tunggal Ika,” katanya.

Peserta aksi, Agus Rambo, 50,  mengaku menyempatkan waktu agar bisa berpartisipasi menyuarakan persatuan bangsa. “Saya mendukung aksi ini,” ujar peraih medali emas dalam Liga Papsi itu seusai aksi.

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…