Aparat Polsek dan Koramil Kedawung mengangkat jenazah Nining dari mobil ambulans setibanya di rumah duka di Dukuh Kauman RT 003, Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Sragen, Kamis (18/5/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Aparat Polsek dan Koramil Kedawung mengangkat jenazah Nining dari mobil ambulans setibanya di rumah duka di Dukuh Kauman RT 003, Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Sragen, Kamis (18/5/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Kamis, 18 Mei 2017 17:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KISAH TRAGIS
Tewas di Tegal, Perempuan asal Kedawung Sragen Diduga Dianiaya Selingkuhannya

Kisah tragis, perempuan asal Kedawung, Sragen, yang tewas di Tegal diduga dianiaya selingkuhannya.

Solopos.com, SRAGEN — Aparat Polresta Tegal sudah mengantongi identitas pelaku penganiayaan terhadap ibu beranak satu atas nama Oktafia Setyaningsih alias Nining, 28, warga Dukuh Kauman RT 003, Desa Bendungan, Kedawung, Sragen.

Nining yang bergabung dengan anak-anak punk menjadi korban penganiayaan saat menongkrong di Stasiun Tegal Kota pada Selasa (16/5/2017) pukul 22.00 WIB-23.00 WIB. Nining sempat dilarikan ke RSI Harapan Anda Kota Tegal pada Rabu (17/5/2017) pukul 02.00 WIB.

Tim medis RSI tersebut menangani Nining yang sudah tak sadarkan diri di ruang intensive care unit (ICU). Akhirnya, pada pukul 05.30 WIB, Nining mengembuskan napas terakhir di RSI itu.

Informasi itu disampaikan Ketua RT 003 Kauman, Desa Bendungan, Kedawung, Sragen, Marwanto, kepada Solopos.com sepulangnya menjemput jenazah Nining dari Kota Tegal di rumah duka, Kamis (18/5/2017). Marwanto mendapatkan informasi itu berdasarkan penjelasan dari dokter RSI Harapan Anda Kota Tegal dan aparat Polsek Tegal Timur Polresta Tegal.

Oktafia Setyaningsih alias Nining. (Istimewa)

Oktafia Setyaningsih alias Nining. (Istimewa)

“Nining masuk RSI itu diantar seorang lelaki dan perempuan. Belakangan lelaki berinisial R itu diketahui merupakan selingkuhan Nining. Aparat kepolisian Tegal menyampaikan kepada saya indikasi pelaku penganiayaan itu mengarah pada R dan seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya. Polisi sudah menyita motor R tetapi R dan perempuan itu melarikan diri,” ujar Marwanto saat berbincang dengan Solopos.com.

Ia mendapat keterangan cukup detail tentang kronologi peristiwa yang menimpa Nining. Sebelum terjadi keributan di Stasiun Tegal Kota, kata dia, sejumlah anak punk nongkrong sembari minum minuman keras. Polisi menemukan Joni yang merupakan suami Nining.

Marwanto mengatakan polisi mendapatkan identitas Nining dari suaminya itu karena Nining tidak membawa identitas apa pun. “Tetapi Joni itu tidak mengetahui peristiwa yang menimpa istrinya karena tempat nongkrong Joni berjarak 300-400 meter dari lokasi kejadian. Penyebab keributan itu belum diketahui pasti. Kemungkinan karena pengaruh miras itu. Nining selama ini tinggal bersama R yang juga selingkuhannya sementara Joni sudah beristri lagi. Informasi dari kepolisian, R ini ringan tangan karena ada luka lama dan ada luka baru di tubuh Nining,” kata Marwanto mewakili pihak keluarga Lasiyem, 59, orang tua Nining.

Marwanto mewakili keluarga korban menyerahkan kasus kematian Nining kepada aparat Polsek Tegal Timur. Marwanto didampingi Lasiyem membawa pulang jenazah Nining. Jenazah perempuan itu tiba di rumah duka pada Kamis, pukul 14.00 WIB.

Bau tidak sedap menyeruak saat jenazah tiba. Seorang warga meminta supaya disiapkan kopi untuk mengatasi bau itu. Jenazah dimakamkan di pemakaman umum Bendungan pada Kamis itu.

 

Lowongan Pekerjaan
MERCHANDISER, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…