Warga Bendungan, Kedawung, Sragen, mengurus jenazah Nining saat di RSI Tegal, Kamis (18/5/2017) pagi. Nining diduga jadi korban pembunuhan. (istimewa) Warga Bendungan, Kedawung, Sragen, mengurus jenazah Nining saat di RSI Tegal, Kamis (18/5/2017) pagi. Nining diduga jadi korban pembunuhan. (istimewa)
Kamis, 18 Mei 2017 12:30 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KISAH TRAGIS
4 Tahun Tak Pulang, Warga Kedawung Sragen Diduga Dibunuh di Tegal

Warga Sragen dipulangkan dalam kondisi meninggal dunia.

Solopos.com, SRAGEN — Oktafia Setyaningsih alias Nining, 26, warga Dukuh Kauman RT 003, Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Sragen, dikabarkan meninggal dunia dalam kondisi luka lebam di bagian wajah, tangan, bahu, dan leher di Tegal, Jawa Tengah.

Nining diduga jadi korban pembunuhan yang kini ditangani Polresta Tegal.

Informasi itu semula diterima Polres Sragen. Aparat Polres Sragen kemudian menanyakan kepada warga Bendungan, Kedawung. Sukardi, warga Kampung Baru RT 002, Desa Bendungan, Kedawung, dihubungi aparat Polres Sragen pada Rabu (17/5/2017) malam.

“Pak Jubaidi yang menghubungi saya. Kemudian saya mencari warga atas nama Oktafia Setyaningsih itu. Ternyata warga Kauman. Kemudian orang tua Nining bersama Pak RT langsung berangkat ke Tegal dengan menggunakan ambulans Lazisnu [Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama] Sragen pada pukul 22.00 WIB,” ujarnya saat berbincang dengan solopos.com, Kamis (18/5/2017) siang.

Sukardi menjelaskan orang tua Nining tiba di Tegal, Kamis, pukul 05.00 WIB dan langsung menuju RSI Tegal. Jenazah langsung dibawa ke Sragen pada pukul 08.00 WIB. Hingga pukul 12.00 WIB, ambulans pembawa jenazah Nining baru tiba di Bawen, Semarang.

Perangkat Desa Bendungan, Kedawung, Sragen, Budi Purnomo, menambahkan Nining itu pergi dari rumah untuk mencari suaminya sejak empat tahun lalu.

Dia menyampaikan suami Nining yang namanya Joni itu juga tidak tahu domisilinya. Dia menyatakan status pernikahan mereka belum cerai.

“Nining itu pergi dari rumah meninggalkan anak laki-laki yang masih kecil. Kini, anak itu ikut neneknya, Lasiyem, 59, sampai sekarang. Anak itu kini sudah sekolah taman kanak-kanak nol besar. Ya, mungkin umurnya 5-6 tahun,” ujarnya saat ditemui solopos.com, Kamis siang.

Lowongan Pekerjaan
MERCHANDISER, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…