Puluhan pedagang dari Pasar Masaran meminta keadilan saat beraudiensi di Gedung DPRD Sragen, Senin (15/5/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Puluhan pedagang dari Pasar Masaran meminta keadilan saat beraudiensi di Gedung DPRD Sragen, Senin (15/5/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Senin, 15 Mei 2017 14:00 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

Puluhan Pedagang Pasar Masaran Beraudiensi di DPRD Sragen

Pedagang Pasar Masaran mengadu ke DPRD Sragen terkait penataan pedagang.

Solopos.com, SRAGEN — Puluhan pedagang Pasar Masaran Sragen beraudiensi dengan pimpinan DPRD dan pimpinan Komisi II DPRD Sragen di Gedung DPRD Sragen, Senin (15/5/2017). Mereka ingin mencari win-win solution terkait dengan polemik penataan pedagang Pasar Masaran.

Pantauan solopos.com, audiensi itu dibuka Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto, kemudian dipimpin Wakil Ketua DPRD Sragen Bambang Widjo Purwanto.

Forum itu juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Hariyanto dan dua orang pimpinan Komisi II DPRD Sragen, Sri Pambudi dan Suparno.

Sekretaris Daerah Tatag Prabawanto juga hadir dalam kesempatan itu tetapi tidak mengikuti audiensi sampai selesai. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen Untung Sugihartono dan mantan Kabid Pengelolaan Pasar, Muhtar Ahmadi, juga hadir dalam forum audiensi.

Sebelumnya pada Senin (8/5/2017), ratusan warga yang terdiri dari pedagang kaki lima (PKL), pedagang pasar, paguyuban tukang becak, dan Forum Peduli Kebenaran dan Keadilan Sambirejo yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sragen (Formas) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Bupati Sragen. (baca: Minta Pasar Masaran Ditata Ulang, Massa Formas Kirim Kado Telur Busuk)

Mereka membawa poster dan spanduk berjalan dari Alun-alun ke depan Kantor Bupati Sragen. Mereka menuntut supaya pedagang Pasar Masaran ditata ulang. Dalam aksi ini, massa membawa kado berupa roti basi dan dua ekor tikus sebagai simbol adanya ketidakadilan yang terjadi dalam penataan Pasar Masaran.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…