Para pelaku UKM Sragen menyiapkan stan pameran di dalam Gedung Kartini Sragen, Senin (15/5/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Para pelaku UKM Sragen menyiapkan stan pameran di dalam Gedung Kartini Sragen, Senin (15/5/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Senin, 15 Mei 2017 12:00 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

Ada 66 Stan UKM, Sragen Expo 2017 Dibuka Hari Ini di Gedung Kartini

Sragen Expo 2017 dimeriahkan 66 stan UKM.

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 66 stan meramaikan Sragen Expo 2017 yang dihelat Senin-Rabu (15-17/5/2017) di Gedung Kartini Sragen. Puluhan stand itu berasal dari pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di bawah binaan empat dinas.

Keempat dinas itu terdiri atas Dinas Perindustrian dan Perdagangab (Disperindag), Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Ketahanan Pangan (Distapang), dan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Sragen.

Anggota Panitia Seksi Stand dan Pemeran Disperindag Sragen Hari Purwanto saat ditemui solopos.com, Senin ini, merinci 66 stan itu terdiri atas 36 stan dari Disperindag, 20 stan dari Diskop & UKM, dan 10 stan dari Distapang dan Disnakan Sragen.

Hari yang juga menjabat Kasi Promosi Disperindag Sragen mengatakan stan-stan itu dikelompokkan menjadi kelompok batik dan kerajinan, kuliner, dan cipta menu.

“Stan untuk Disperindag di dalam gedung sementara stan lainnya di luar gedung. Sragen Expo 2017 ini baru digelar tahun ini dengan melibatkan empat dinas. Acara ini dibuka Bupati pada Senin pukul 19.30 WIB,” ujarnya.

Dia mengatakan selain ekspo produk UKM, panitia juga mengadakan berbagai lomba seperti lomba jajanan pasar yang diikuti 208 desa, lomba cipta menu diikuti 20 PKK kecamatan, dan lomba masak ikan dari 20 kecamatan.

Sekretarid Diskop & UKM Sragen, Catur Sarjanto, mengatakan 20 stan jatah Diskop & UKM Sragen digunakan untuk stan makanan khas Sragen seperti soto, tumpang, rica-rica mentok, satai kelinci, tahu kupat, sego pecel, sambel welut, botok mercon atau patin, aneka jenang, dan jajanan.

Terpisah, Kepala Diskop & UKM Sragen, Giyadi, mengatakan satai kelinci memiliki pangsa pasar yang banyak karena daging kelinci sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Daging kelinci, kata dia, bisa menguatkan jantung dan paru-paru, serta rendah lemak dan kolesterol.

“Saya sudah langganan lama maka kami mengundang pedagang untuk ikut meramaikan stan Diskop & UKM,” imbuh dia.

Lowongan Pekerjaan
SALES SUPERVISOR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…