Ilustrasi menghitung uang. (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi menghitung uang. (JIBI/Solopos/Dok.)
Kamis, 11 Mei 2017 21:42 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Sragen Share :

2 Ketua RT di Sragen Mengaku Dipaksa Terima Duit Sisa Proyek

Dua orang ketua RT di Miri, Sragen, mengembalikan uang ke kejaksaan setelah mengaku dipaksa menerima duit sisa proyek.

Solopos.com, SRAGEN — Surono dan Zainal, Ketua RT 003 dan RT 004, di Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sragen, mengembalikan dana sisa proyek pembangunan pembangunan fisik dari dana desa (DD) masing-masing senilai Rp750.000 kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen, Selasa (9/5/2017).

Keduanya merasa dipaksa menerima sisa dana proyek pembangunan fisik dari SG, seorang pegawai di lingkungan Kecamatan Miri pada 27 Januari 2017 lalu. “Pada saat itu, SG bilang jika uang itu berasal dari sisa proyek. Karena itu bukan hak saya, saya menolaknya. Saya bilang itu uang haram, jadi saya tidak mau menerimanya,” kata Zainal kala ditemui Solopos.com di Kantor Kejari Sragen.

Meski sudah menolak, SG tetap meminta Zainal menerima uang itu. Dia berdalih, sudah menjadi keputusan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Doyong untuk membagi-bagikan uang sisa proyek kepada para ketua RT dan sejumlah pihak lain.

“Saya sudah ingatkan kepada SG supaya jadi pegawai yang jujur. Kalau memakan uang haram, jabatan dia jadi taruhan. Tapi, dia tetap maksa saya menerima uang itu karena sudah menjadi keputusan bersama. Akhirnya, uang itu saya simpan dan tidak pernah saya sentuh untuk dibelanjakan,” ujar Zainal.

Sama dengan Zainal, Surono juga merasa tidak berhak atas uang Rp750.000 itu. Menurut keterangan SG, terdapat sisa dana proyek senilai Rp14 juta yang dibagikan-bagikan kepada sejumlah pihak di Desa Doyong. Selain unsur ketua RT, sejumlah perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hingga Babinsa disebut-sebut ikut menerima sisa dana proyek itu.

“Jika itu dana operasional RT yang biasa cair tiap tiga bulan sekali, tentu saya akan menerimanya dengan senang hati. Tapi kalau itu sisa dana proyek, saya tidak berani menerima karena bukan hak saya,” tegas Surono.

Surono dan Zainal akhirnya memilih mengembalikan sisa dana proyek itu ke Kejari Sragen. Mereka didampingi sejumlah warga sekitar. Mereka sekaligus melaporkan kasus dugaan penyelewengan proyek pembangunan drainase dan talut jalan masing-masing senilai Rp62 juta dan Rp172,5 juat di Desa Doyong. Kedatangan mereka diterima Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen Adi Nugroho.

Mereka menyerahkan sejumlah berkas yang menunjukkan dugaan penyelewengan DD itu kepada Adi Nugroho. “Laporan dari warga sudah kami terima. Selanjutnya kami akan mengklarifikasi kepada pihak-pihak terkait,” jelas Adi Nugroho.

Sementara itu, Kepala Desa Doyong Sri Widiastuti membantah adanya praktik bagi-bagi uang sisa proyek. Menurutnya, pembangunan proyek fisik yang bersumber dari DD dipegang langsung oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK). “Sudah ada panitia sendiri, saya tidak berani intervensi ke dalam. Saya tidak tahu soal itu [bagi-bagi dana sisa proyek],” ujar Sri Widiastuti.

Terkait laporan warga ke Kejari Sragen, Sri Widiastuti menganggap itu hak warga. Dia mengaku akan kooperatif untuk mengikuti proses hukum. “Ya mengalir sajalah. Jalani saja nanti. Kalau mau dimintai keterangan ya akan saya jawab apa adanya. Kata orang, makin tinggi pohon tumbuh, makin tinggi pula terpaan angin. Saya anggap ini sebagai risiko atas jabatan saya sebagai kepala desa,” paparnya.

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi mebel, Drafter, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Gerai Matahari dan Penjualan Kembali ke Fungsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Flo. Kus Sapto W., seorang praktisi pemasaran. Alamat e-mail penulis adalah floptmas@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Berita akan ditutupnya dua gerai Matahari di Pasaraya Manggarai dan Blok M, Jakarta, cukup menarik…