Komandan Kodim O732/Sleman Letkol Arm Djoko Sujarwo saat menyerahkan peralatan kegiatan TMMD Sengkuyung ke-98 Tahap I 2017 di Desa Wonokerto, Turi, Kamis (4/5/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Komandan Kodim O732/Sleman Letkol Arm Djoko Sujarwo saat menyerahkan peralatan kegiatan TMMD Sengkuyung ke-98 Tahap I 2017 di Desa Wonokerto, Turi, Kamis (4/5/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 5 Mei 2017 16:54 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Kebersamaan untuk Memperkuat Bangsa Mengatasi Berbagai Persoalan

Selesainya pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa [TMMD] tahap satu diharapkan bisa mempererat kebersamaan segenap komponen bangsa dalam mengatasi berbagai persoalan

Solopos.com, JOGJA--Selesainya pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa [TMMD] tahap satu diharapkan bisa mempererat kebersamaan segenap komponen bangsa dalam mengatasi berbagai persoalan.

“Selama satu bulan lamanya TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat telah bekerja keras penuh kebersamaan. Kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakekat dari kemanggulan TNI dan rakyat yang merupakan roh perjuangan bangsa,” Kata KSAD, Jendral Mulyono dalam amanatnya yang dibacakan oleh Dandim Kota Jogja, Rudi Firmansyah saat penutupan TMMD, Kamis (4/5/2017).

Menurut Mulyono, kebersamaan seperti itu harus terus dipelihara dan ditingkatkan guna menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara dan peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat.

Ia menambahkan, tahun 2017 program TMMD yang biasanya diselenggarakan dua kali dalam setahun, ditambah menjadi tiga kali setelah melalui proses evaluasi dan penyempurnaan.

Hal ini, imbuhnya, dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan sebagai upaya pelestarian budaya luhur bangsa, yaitu gotong royong.

“Melalui pelestarian gotong royong dan kemanunggalan program TMMD ini, diharapkan dapat membentengi diri dari potensi disintegrasi yang dipicu oleh sentiment perbedaan dan sikap intoleransi,” jelasnya pada acara yang digelar di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD.

Pada program TMDD ke-98 yang dilakukan serentak secara nasional, tambahnya, tidak hanya menyasar aspek fisik seperti pembuatan jembatan, tanggul, gorong-gorong, gapura, tapi juga menyasar aspek non fisik seperti penyuluhan kepada masyarakat tentang bela negara dan ketahanan nasional.

“Hal tersebut merupakan kebutuhan untuk menangkal berbagai macam disintegrasi bangsa yang dilancarkan melalui proxy war dalam bentuk peredaran narkoba, terorisme, dan aksi kriminalitas,” katanya.

Sementara itu, Rudi Firmansyah mengatakan, realisasi TMMD tahap satu di Kota Jogja, yang menyasar kelurahan Baciro, telah mencapai 100%.

Ia mengatakan, TMMD tahap satu mencakup berbagai pembangunan fisik berupa pembuatan talud penahan longsor di dipinggiran sungai gajah wong, renovasi rumah sebanyak lima unit, dan pembuatan satu unit MCK [Mandi Cuci Kakus].

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…