Aktivis Front Pembela Islam (FPI), Selasa (2/5/2017), mendatangi Mapolres Sragen untuk mendesak Polres agar mengantisipasi aksi kelulusan SMA/SMK hari ini pukul 15.00 WIB. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Aktivis Front Pembela Islam (FPI), Selasa (2/5/2017), mendatangi Mapolres Sragen untuk mendesak Polres agar mengantisipasi aksi kelulusan SMA/SMK hari ini pukul 15.00 WIB. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Selasa, 2 Mei 2017 13:17 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PENGUMUMAN HASIL UN SMA
FPI Desak Polisi Sragen Antisipasi Konvoi Pelajar Sore Nanti

Pengumuman hasil UN dilaksanakan sore nanti.

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak tujuh aktivis Front Pembela Islam (FPI) Sragen yang dipimpin Ustaz Mala Kunaifi mendatangi Mapolres Sragen untuk mendesak polisi mengantisipasi konvoi pelajar pada kelulusan SMA/SMK di Sragen, Selasa (2/5/2017). Mereka tidak ingin insiden di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen pada kelulusan SMA/SMK 2016 terulang.

Tahun lalu, aktivis FPI sempat adu mulut dengan para pelajar SMA saat perayaan kelulusan di alun-alun.

“Menyambut kelulusan anak-anak SMA/SMK biar selamat. Mereka belajar itu biar pinter. Dari tahun ke tahun, ketika lulusan mereka cenderung melakukan hal-hal yang kurang terpelajar dan membahayakan mereka sendiri. Motor diprotoli. Mereka ada yang mabuk, kami pernah menemukan botol minuman keras di waduk dan alas karet. Aksi coret-coret yang mengganggu jalur lalu lintas,” ujar Mala.

Semula kedatangan FPI diterima Kasat Intelijen AKP Bambang Susilo didampingi Kasi Provis dan Paminal Polres Sragen Iptu Ali Ma’mun dan Kasatreskrim AKP Supadi. Di saat perbincangan berlangsung, tiba-tiba Wakil Bupati (Wabup) Dedy Endriyatno hadir di Mapolres Sragen. Aktivis FPI itu diterima di gazebo taman di tengah Mapolres Sragen, bukan di ruangan terutup.

Lebih lanjut, Mala meminta aparat berbuat sesuatu agar kejadian dari tahun ke tahun, termasuk insiden di Alun-alun tidak terulang lagi. Mala meminta aparat Polres dan Pemkab Sragen menyelamatkan para siswa .

Wabup Dedy Endriyatno menyampaikan Polres Sragen sudah pernah mengumpulkan para pelajar SMA/SMK untuk deklarasi bersama. Dedy menjelaskan sejak 1 Januari 2017, kelembagaan SMA/SMK tidak menjadi wewenang Pemkab Sragen tetapi menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kami sebenarnya keberatan dengan pengalihan wewenang itu karena mereka anak-anak Sragen yang seharusnya menjadi tanggung jawab Pemkab Sragen,” ujarnya.

Dedy hanya bisa mengimbau kepada pelajar agar tidak aksi coret-coret dan memantau aksi mereka. Dia menilai aparat Polres Sragen lebih siap dalam mengantisipasi perayaan kelulusan SMA/SMK yang diumumkan mulai pukul 15.00 WIB nanti.

Kasatreskrim Polres Sragen AKP Supadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso pun sudah menyiapkan berbagai persiapan untuk menertibkan para pelajar yang konvoi dan aksi coret-coret. Dia menyampaikan adanya tim siluman yang dibentuk secara spontanitas dan menerjunkan tim Satlantas untuk memantau para pelajar.

“Kami menginginkan Sragen kondusif. Kami juga memberdayakan Babinkamtibmas untuk ikut memberi arahan di tingkat desa dan kelurahan. Peran orang tua saya kira penting agar mengarahkan anaknya ke kegiatan yang positif dalam perayaan kelulusan,” ujar dia.

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…