Sejumlah siswa dari salah satu SMA di Kabupaten Boyolali melakukan arak-arakan dengan sepeda motor melewati Jl. Perintis Kemerdekaan Boyolali, Selasa (20/5/2014). Aksi itu untuk merayakan kelulusan dalam Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK. (Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos) Ilustrasi (JIBI/Dok)
Selasa, 2 Mei 2017 04:20 WIB Arif Wahyudi/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KELULUSAN SMA SMK
Nilai SMK Turun, Apa Penyebabnya?

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji tidak menjadikan alasan pelaksanaan model ujian computer based test (CBT) atau UNBK menjadi penyebab adanya penurunan nilai siswa di SMK

Solopos.com, JOGJA– Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji tidak menjadikan alasan pelaksanaan model ujian computer based test (CBT) atau UNBK menjadi penyebab adanya penurunan nilai siswa di SMK.

Baca juga : KELULUSAN SMA SMK : Besok Pengumuman, Nilai SMA Naik, SMK Melorot

“Saya kira penyebabnya bukan UNBK. Alasannya, SMA juga ujian dengan UNBK tapi nilainya malah naik. Padahal untuk kesiapan teknis UNBK, saya melihat SMK jauh lebih siap karena memiliki sarana penunjang yang lebih memadai ketimbang sarana di SMA. Tahun lalu juga semuanya sudah UNBK,” ujar Baskara Aji saat menyampaikan hasil pengumuman UNBK ini di Kantor Disdikpora DIY, Senin (1/5/2017) siang.

Baskara Aji juga tidak mau menjadikan adanya gangguan teknis saat hari terakhir pelaksanaan UNBK yang menyebabkan 1.117 siswa SMK gagal melaksanakan ujian. Saat itu soal tidak muncul di layar komputer sejumlah peserta ujian sehingga mereka terpaksa harus ujian susulan beberapa hari berselang.

Menurut Baskara Aji, insiden itu tidak mempengaruhi sama sekali adanya penurunan nilai ini. Pasalnya, saat itu adalah jadwal ujian untuk materi kompetensi.

“Padahal nilai standar deviasi untuk ujian kompetensi tahun ini justru meningkat. Tahun lalu hanya 6,27. Tapi tahun ini nilainya justru 6,63. Jadi saya kira penyebab nilai turun bukan masalah banyaknya peserta yang harus ujian susulan akibat gangguan teknis saat pelaksanaan ujian reguler,” jelas dia.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…