Warga, sukarelawan, polisi, dan anggota TNI bergotong-royong membersihkan sisa-sisa tanah longsor di Desa Pucung, Kismantoro, Wonogiri, Kamis (27/4/2017). (Istimewa) Warga, sukarelawan, polisi, dan anggota TNI bergotong-royong membersihkan sisa-sisa tanah longsor di Desa Pucung, Kismantoro, Wonogiri, Kamis (27/4/2017). (Istimewa)
Kamis, 27 April 2017 22:15 WIB Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

BENCANA WONOGIRI
Longsor Terjang Dua Desa di Kismantoro

Bencana Wonogiri, longsor terjadi di dua desa di Kecamatan Kismantoro.

Solopos.com, WONOGIRI — Tanah longsor menerjang dua desa yakni Bugelan dan Pucung, Kismantoro, Wonogiri, Kamis (27/4/2017). Tanah longsor juga mengakibatkan jalan Jateng-Jatim terputus di Km 92.200, Desa Pucung.

Dari informasi yang dihimpun Solopos.com, setidaknya ada lima rumah warga dan satu ruas jalan yang terdampak tanah longsor. Kapolsek Kismantoro, AKP Sargiyata, mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Mohammad Tora, mengatakan bencana tersebut terjadi hampir di saat yang bersamaan yakni pukul 14.30 WIB.

Longsor dipicu hujan deras yang turun sejak siang hingga menjelang sore. “Untuk Desa Pucung, ada dua rumah yang terkena dampak yakni rumah milik Katiran di Dusun Gandring RT 002/RW 004 dan rumah milik Semun di Dusun Jladri RT 003 RW 001,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Sedangkan di Desa Bugelan terdapat tiga rumah warga yang terkena dampak yakni rumah milik Katiyen di Dusun Bugelan RT 002/RW 002, rumah milik Paidi di Dusun Bugelan RT 001/RW 002, dan rumah milik Sidi di Dusun Bugelan RT 001/RW 002.

“Rata-rata kerusakan yang dialami rumah-rumah tersebut adalah tembok jebol karena diterjang tanah longsor. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam itu. Satu korban luka-luka ringan atas nama Katiyem dan sudah dilarikan ke rumah sakit [RS],” tambah dia.

Sargiyata menambahkan kedua desa tersebut memang rawan longsor apabila diguyur hujan deras. Wilayah kedua desa itu berupa lereng-lereng perbukitan.

“Sedangkan jalan yang tertimbun longsor belum bisa dibersihkan karena ketebalannya mencapai 2 meter. Diperlukan apat berat untuk itu. Kalau malam ini alat berat sudah ada, langsung kami bersihkan bersama-sama. Untuk sementara jalan tersebut belum bisa dilewati,” tambah dia.

Terpisah, Ketua Divisi Operasi SAR Wonogiri, Ashari Mursito Wisnu, mengatakan warga sekitar, sukarelawan, anggota kepolisian, dan anggota TNI bergotong-royong membersihkan sisa-sisa tanah longsor. Sampai berita ini ditulis, kerugian material belum bisa dikalkulasi karena warga masih waswas terhadap lonsor susulan.

 

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Krisis Kepribadian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (19/7/2017). Esai ini karya Indra Tranggono, pengamat budaya yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah indra.tranggono23@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Manusia harus menjadi majikan (penguasa) atas hawa nafsunya. Artinya ia berdaulat…