Rory Wardana bersama seorang model dalam sesi pemotretan koleksi busana batik Tokoslopos.com (Tosa Adi Wigana/JIBI/Solopos) Rory Wardana bersama seorang model dalam sesi pemotretan koleksi busana batik Tokoslopos.com (Tosa Adi Wigana/JIBI/Solopos)
Minggu, 23 April 2017 09:00 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Fokus Share :

TIPS FASHION
Tampil Keren Lewat Batik Lilitan

Tips fashion kali ini tentang cara tampil keren dengan kolaborasi kain batik lilitan tanpa dijahit.

Solopos.com, SOLO – Belakangan ini, busana batik memang tengah naik daun di dunia mode. Kain tradisional yang dulu dianggap kuno, kini menjelma sebagai salah satu fashion item yang digilai semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Kesan formal dan tradisonal yang melekat pada batik terpatahkan dengan modifikasi motif kontemporer, seperti bunga-bunga, polkadot, dan garis-garis. Batik kontemporer yang dibuat dengan warna segar agaknya sukses menarik minat masyarakat untuk mengenakannya.

Selain itu, belakangan ini batik banyak dijadikan pilihan karena cara pakainya yang sangat mudah. Tak perlu dijahit, selembar kain batik bisa dikreasikan menjadi berbagai model busana yang siap menunjang penampilan. Dengan cara dililit, kain batik itu bisa dikenakan sebagai gaun, rok, sarung, ikat pinggang, syal, maupun hiasan kepala.

Tak perlu keahlian khusus, siapapun bisa tampil memesona memakai busana batik dengan teknik lilitan. Sebab, mengenakan kain dengan cara dililit merupakan salah satu teknik tertua yang sudah dilakukan masyarakat Indonesia sejak zaman kerajaan. Batik yang dipakai dengan cara dililit sangat cocok dikenakan untuk berbagai kesempatan. Bahkan, batik yang dililit itu bisa dipakai bersama busana batik dengan motif lain.

“Ini kainnya bisa dipakai dengan cara dililit dan dikolaborasikan dengan busana batik lain yang ready to wear. Teknik lilitan ini enggak harus dipakai rok, tapi bisa juga jadi ikat kepala, buat menambah kesan Indonesia yang elegan,” tutur Rory Wardhana, desainer kondang asal Kota Solo yang menjadi fashion stylist Tokosolopos.com saat berbincang dengan Solopos.com dalam sesi pemotretan, Kamis (20/4/2017).

Guna menambah referensi berbusana kaum muda yang dinamis, kali ini, Tokosolopos.com sengaja menghadirkan koleksi busana batik bernuansa Exotic Twist. Koleksi tersebut memadukan penggunaan busana batik ready to wear dengan kain batik yang dililit menjadi berbagai aksesori.

“Kita memang sengaja pengin memperlihatkan kolaborasi motif busana batik dengan kain yang dililit. Jadi batik enggak harus dipadukan dengan berbagai busana polos. Dengan begini akan terlihat kolaborasi yang cantik dan elegan,” sambung Rory.

Lebih lanjut, Rory memberi saran untuk tampil keren dengan kain batik yang dililit. Bagi wanita, kain tersebut bisa dipakai sebagai rok, gaun, ikat kepala, maupun syal. Sementara untuk pria bisa memakai lilitan batik sebagai syal dan sarung.

“Memang kalau pria kan lebih simpel, enggak seperti wanita yang bisa banyak gaya. Paling, kalau pria lebih ke syal sama sarung saja. Sederhana tapi tetap elegan dan sarat nilai tradisi,” terang Rory.

Rory juga memberikan saran untuk memilih jenis kain yang hendak dipakai dengan cara dililit. Menurutnya, tesktur kain tersebut harus kuat, namun mudah dibentuk.

“Tipsnya sih pilih kain yang teksturnya kuat tapi mudah dibentuk, kayak sutra, katun, viscose. Sesuaikan juga warna baju dengan kain yang mau dililit. Usahakan warnanya nyambung, jadi enggak terlalu mengejreng,” tutup dia.

Semua kain batik yang cocok dipakai dengan cara dililit itu bisa Anda dapatkan di Tokosolopos.com, yang beralamat di Jl. Adi Sucipto, 190, Solo. Selain kain, toko tersebut memiliki beragam koleksi busana batik ready to wear yang sedang menjadi tren.

Tapi, kalau tidak ingin ribet, Anda bisa melihat dan memesan koleksi batik Tokosolopo.com melalui website. Tunggu apalagi, yuk lengkapi koleksi busana batik modern dan elegan untuk tampil keren hanya di  Tokosolopos.com.

 

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…