Ilustrasi penggunaan Internet menggunakan smartphone (Istimewa/Huffington Post)
Minggu, 23 April 2017 23:10 WIB JIBI/Solopos/Newswire Fokus Share :

HASIL PENELITIAN
“Lebih Baik Putus Cinta Ketimbang Kehilangan Smartphone”

Hasil penelitian menunjukkan orang di masa sekarang lebih baik putus cinta ketimbang tanpa smartphone.

Solopos.com, SOLO – Berdasarkan penelitian dari Kapersky Lab, orang di masa sekarang cenderung memilih untuk putus cinta ketimbang kehilangan smartphone. Hal itu karena mereka menyatakan foto-foto kenangan milik mereka lebih berharga dibandingkan bentuk data lain yang tersimpan di perangkat digital.

Menurut survei tersebut, 49 persen responden menganggap foto-foto diri mereka yang bersifat pribadi dan sensitif merupakan data paling berharga yang mereka miliki di perangkat digital, kemudian foto anak-anak serta pasangan.

Bagi mereka, gagasan akan kehilangan kenangan berharga ini dianggap lebih menyedihkan ketimbang kemungkinan mengalami kecelakaan mobil, berpisah dari pasangan, bertengkar dengan teman atau anggota keluarga.

Ketika ditanya, mereka mengatakan kenangan digital memiliki tempat khusus di hati. Lebih dari dua per lima responden, sebagai contoh, mengatakan mereka tidak dapat mengganti foto dan video perjalanan mereka (45 persen), anak-anak mereka (44 persen) atau diri mereka sendiri (40 persen).

Survei tersebut menunjukkan gagasan akan kehilangan kenangan berharga yang disimpan di smartphone dianggap sangat menyedihkan bagi kebanyakan orang.

Penelitian terbaru dari Kaspersky Lab tersebut menunjukkan masih banyak orang yang sering menilai perangkat serta foto-foto mereka lebih berharga dari pasangan, teman, ataupun hewan peliharaan mereka.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…