Pantai Popoh, Tulungagung, diramaikan kapal nelayan, Selasa (24/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Destyan Sujarwoko) Pantai Popoh, Tulungagung, diramaikan kapal nelayan, Selasa (24/3/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Destyan Sujarwoko)
Jumat, 21 April 2017 14:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Peserta Asuransi Nelayan di Tulungagung Minim, Ini Penyebabnya

Program asuransi nelayan di Tulungagung minim peminat.

Solopos.com, TULUNGAGUNG — Nelayan Tulungagung kurang meminati program asuransi nelayan yang dicanangkan pemerintah. Terbukti sejauh ini, jumlah kepesertaan asuransi nelayan di kabupaten setempat masih minim karena dari jatah atau target 1.000 keanggotaan yang dipatok pusat baru 190 orang terdaftar dan diverifikasi.

“Banyak nelayan yang tidak lolos kualifikasi atau persyaratan administrasi,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung Ambarwati di Tulungagung, Kamis (20/4/2017).

Dia menjelaskan nelayan di pesisir Tulungagung yang diperkirakan berjumlah 2.000 orang lebih, 600 nelayan di antaranya telah diajukan untuk ikut program asuransi tersebut.

Namun, dari dari angka tersebut baru 593 yang lolos, dan 190 yang masuk terdaftar di salah satu perusahaan asuransi. “Sedangkan untuk nelayan lainnya masih banyak yang enggan untuk mengikuti,” ucap dia.

Ambarwati menambahhkan kesadaran nelayan berasuransi rendah karena mereka beranggapan program tersebut justru memberi dampak negatif terhadap motivasi keselamatan melaut.

“Mereka anggap ikut asuransi seperti mendoakan cepat meninggal. Persepsi ini salah besar karena asuransi untuk mengantisipasi kecelakaan yang mungkin dihadapi saat bekerja,” tutur dia.

Ambarwati menerangkan dengan biaya premi Rp15.000 per orang per bulan, keikutsertaan dalam asuransi sebenarnya tidak akan memberatkan nelayan Tulungagung.

“Terlebih dalam satu tahun ini untuk biaya premi masih ditanggung oleh pemerintah, dengan tujuan untuk merangsang para nelayan ke depannya agar mengikuti asuransi,” ujar Ambarwati.

Dengan ikut program asuransi, kata Ambar, maka setiap risiko yang dihadapi nelayan ditanggung sepenuhnya pihak asuransi. Misalnya, nelayan meninggal dunia di laut mendapat Rp200 juta, meninggal dunia di darat Rp150 juta, dan lain sebagainya.

“Makanya kami terus menyosialisasikan hal ini. Karena pada tahun ini kami harus menyelesaikan target 1.000 pendaftar asuransi nelayan,” ujar Ambar.

Kepala Dinas Kelautan Tatang Suhartono dalam satu kesempatan menyatakan optimistis seluruh nelayan di Tulungagung secara bertahap akan tercakup program asuransi. “Kami yakin target bisa tercapai,” imbuh dia.

lowongan kerja
lowongan kerja PT.Educatio Imagi Kreasi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…