Seorang pengendara motor melintasi pinggir jalan untuk menghindari truk yang melintang di ring road selatan Sragen di Kampung Teguhan Kidul, Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Jumat (21/4/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Seorang pengendara motor melintasi pinggir jalan untuk menghindari truk yang melintang di ring road selatan Sragen di Kampung Teguhan Kidul, Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Jumat (21/4/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Jumat, 21 April 2017 17:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KECELAKAAN SRAGEN
Terperosok ke Lubang Jalan, Truk Tronton Tergelincir

Kecelakaan Sragen, satu unit truk tronton tergelincir hingga melintang di badan jalan ring road selatan.

Solopos.com, SRAGEN — Truk tronton bermuatan batubara seberat 20 ton terperosok di jeglongan sewu atau jalan berlubang saat melintas di simpang empat Teguhan, Sragen Wetan, Sragen, Jumat (21/4/2017).

Akibatnya, as roda belakang truk berpelat nomor S 9770 UU itu terhenti dalam posisi melintang di Jl. R.A. Kartini atau ring road selatan sejak pukul 03.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Truk gandeng bermuatan tepung 40 ton yang dikemudikan Jono, 51, warga Magetan, Jawa Timur, sempat kecele saat melintas di simpang empat Teguhan itu.

Jono mengemudikan truk berpelat nomor AE 8910 UB dari Surabaya ke arah Solo melewati Jl. H.O.S. Cokroaminoto dan tembus hingga simpang empat tersebut. “Sesampainya di simpang empat ini, saya tidak bisa belok ke kanan menyusuri jalan satu arah di ring road selatan karena truk tronton itu melintang di jalan. Saya bermaksud memutar. Namun bak truk belakang ternyata terjebak gorong-gorong jalan yang ambles. Akhirnya, perjalanan saya jadi terganggu karena harus mengevakuasi bak belakang truk gandeng itu,” ujar Jono saat berbincang dengan wartawan, Jumat siang.

Warga Teguhan Kidul RT 004, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, Wiyadi, 48, sering memangkal becaknya di sekitar simpang empat Teguhan. Dia menyampaikan truk itu tak bisa berjalan karena as belakang patah setelah salah satu rodanya terperosok ke lubang jalan sedalam 20 sentimeter dari permukaan aspal.

Peristiwa itu, kata dia, terjadi pada pukul 03.00 WIB. “Sampai siang ini tidak ada polisi yang mengatur lalu lintas di simpang empat Teguhan ini. Beberapa tenaga truk itu mencoba mengevakuasi truk dengan mendatangkan montir bengkel truk,” ujar Wiyadi yang juga tukang becak itu saat ditemui Solopos.com, Jumat.

Wiyadi menjelaskan peristiwa as truk patah itu bukan kejadian pertama di Jl. H.O.S. Cokroaminoto dan Jl. R.A. Kartini Sragen. Saking seringnya kejadian seperti itu, Wiyadi sampai tidak bisa menghitungnya. Dia menyampaikan lubang di dua jalan itu banyak dan dalam.

Setelah berakibat pada as roda patah, sebut dia, ada juga pengendara motor yang terjatuh saat salah satu rodanya masuk ke jalan berlubang itu. “Peristiwa itu mestinya jadi peringatan kepada Pemkab Sragen agar segera memperbaiki jalan itu. Kalau mau muncul korban lagi ya biarkan saja jalan seperti itu. Jalan itu menjadi jalan terparah. Kalau mau truknya rusak ya silakan lewat jalan itu,” ujarnya.

Untuk sementara arus kendaraan berat dan bus antarkota antarprovinsi harus melewati jalan dalam kota. Pada pukul 11.00 WIB, truk yang melintang jalan itu berhasil dievakuasi. Tetapi bak truk gandeng yang salah satu rodanya terperosok ke gorong-gorong belum bisa dievakuasi.

 

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.  Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…