Ilustrasi perempuan korban kekerasan. (recovert.org) Ilustrasi perempuan korban kekerasan. (recovert.org)
Jumat, 21 April 2017 17:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Kasus KDRT di DIY Meningkat dari Tahun ke Tahun

Jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ditangani Polda DIY konstan naik selama 5 tahun belakangan

Solopos.com, SLEMAN–Jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ditangani Polda DIY konstan naik  selama 5 tahun belakangan. Jumlahnya pun memuncak pada tahun 2016 lalu yang mencapai 180 laporan.

Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengatakan jika ada sejumlah kasus yang tercatat dalam penangan pihak kepolisian.

“Jumlahnya naik meskipun tren penyelesaian kasus juga positif,” jelasnya ketika dihubungi pada Kamis (20/4/2017).

Dari 180 laporan yang masuk, terdapat 110 perkara yang berhasil diselesaikan oleh pihak kepolisian.

Kasus KDRT pada tahun 2012 sebenarnya hanya mencapai 88 perkara. Namun, jumlahnya terus menerus meningkat meski tidak ada lonjakan tertentu. Jumlah tersebut dirangkum dari hasil penanganan petugas kepolisian di Polda DIY maupun jajarannya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (D3AP2KB) Sleman, Mafilindati Nuraini mengatakan sebagian besar kasus kekerasan dilakukan oleh orang terdekat. Masalah KDRT sendiri menjadi tiga problem utama perempuan secara nasional.

Data Kasus KDRT Ditreskrim Polda DIY dan jajarannya periode tahun 2012 sampai 2016 :

2012 Laporan 88 kasus, Selesai 73 kasus

2013 Laporan 114 kasus, Selesai 74 kasus

2014 Laporan 166 kasus, Selesai 130 kasus

2015 Laporan 162 kasus, Selesai 96 kasus

2016 Laporan 180 kasus, Selesai 110 kasus

lowongan kerja
lowongan kerja PERSONALIA & GENERAL AFFAIR, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…