garis polisi Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Jumat, 21 April 2017 16:30 WIB Juli ER Manalu/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Gelapkan Puluhan Ton Minyak Goreng, 2 Orang Ditangkap

Polda Metro Jaya menangkap 2 orang pelaku penggelapan puluhan ton minyak goreng.

Solopos.com, JAKARTA — Polisi menangkap dua orang terduga pelaku penggelapan minyak goreng curah. Mereka adalah KS, seorang pengemudi mobil tangki minyak goreng curah, dan TA sebagai penadah minyak.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan praktik penggelapan minyak goreng curah ini telah berlangsung selama sekitar dua tahun.

Minyak yang seharusnya dibawa ke distributor yang berada di Bandung dikeluarkan (dikencing) sebesar 90 kg di sebuah tempat di Cilincing, Jakarta Timur. Hal itu mereka lakukan setiap kali mengantar 10 ton minyak goreng setiap bulan yang tampak seperti sebuah rest area. “Kerugian per tangki diambil 90 kg, dalam satu bulan bisa mendapatkan 10 ton,” katanya, Jumat (21/4/2017).

Minyak tersebut dijual KS ke TA dengan harga Rp6.500 per kilogram yang kemudian dijual oleh KS seharga Rp9.000/kg. Selain kedua orang ini, polisi juga mengamankan sebanyak 290 kg minyak curah yang belum terjual, satu mobil tangki, sejumlah drum, serta uang tunai, dan alat penyedot minyak.

Akibat perbuatannya, tersangka TA dijerat dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara sementara KS dijerat dengan pasal 370 jo 372 KUHP dan atau pasal 32 ayat 2 jo pasal 30 dan 31 UU No. 2/1981 tentang Metrologi legal dan pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 UU No. 8/1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

lowongan kerja
lowongan kerja Cahaya Fortuna Sejati, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…