Buku mini berusia ribuan tahun dipajang di toko buku di Kota Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok. (Sanghaiist) Buku mini berusia ribuan tahun dipajang di toko buku di Kota Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok. (Sanghaiist)
Jumat, 21 April 2017 16:15 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Buku Mini Ini Bukti Menyontek Sudah Terjadi Sejak Ribuan Tahun Lalu

Kisah unik kali ini tentang buku kuno berusia ribuan tahun yang dianggap sebagai alat menyontek.

Solopos.com, CHANGSHA – Sebuah buku mini berusia ribuan tahun dipajang di sebuah toko buku kuno dan antik di Kota Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok. Buku mini tersebut diduga sebagai alat menyontek para murid zaman dahulu.

Dilansir Shanghaiist.com, Selasa (18/4/2017), buku tersebut berisi salinan dari sembilan bab dari teks kuno Confusius. Materi dari sembilan bab tersebut adalah bahan untuk tes tahunan di zaman Dinasti Ming dan Dinasti Qing.

Berdasarkan penjelasan pemilik toko buku kuno, buku mini tersebut merupakan cara murid-murid dua dinasti tersebut untuk menyontek. Mereka diceritakan menjahit buku tersebut di bagian dalam baju atau menyembunyikannya di dalam sol sepatu.

Pada zaman dahulu, tes tersebut bertujuan untuk menyeleksi para murid yang berhak diterima sebagai pegawai negeri. Tes seperti itu masih ada di Tiongkok hingga sekarang, disebut dengan tes gaokao. Ujian akhir itu merupakan ujian awal bagi murid sekolah menengah untuk masuk ke pendidikan tinggi. Tes gaokao terkenal sulit karena dilaksanakan selama hampir sembilan jam selama dua hari.

Untuk menanggulangi tindakan menyontek saat tes gaokao, tak jarang pihak sekolah mengadakan tes di tempat terbuka, di mana guru akan mengawasi dari berbagai sisi. Cara mengawasi pun beragam, mulai dari berkeliling, pakai teropong, hingga menggunakan drone.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…