Ilustrasi pemudik menyebut di bandara. (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa-Humas Bandara Ahmad Yani) Ilustrasi pemudik menyemut di bandara. (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa-Humas Bandara Ahmad Yani)
Rabu, 19 April 2017 10:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

LEBARAN 2017
3 Bandara Tambah 3 Jam Operasional

Lebaran 2017 diperkirakan membuat Bandara Solo, Semarang, dan Yogyakarta sibuk, sehingga Kemenhub menambah tiga jam operasional.

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menambah tiga jam operasional tiga bandar udara di Jawa bagian Tengah, yaitu Bandara Adisutjipto di Yogyakarta, Bandara Adi Sumarmo Solo di Boyolali, dan Bandara Ahmad Yani di Kota Semarang, selama musim mudik Lebaran 2017.

“Saya lihat tadi Yogyakarta mempunyai tambahan 54 slot karena penambahan jam operasional bandara yaitu satu jam slot pagi hari yang tadinya pukul 06.00 WIB menjadi pukul 05.00 WIB dan tiga jam slot malam hari dari pukul 21.00 sampai pukul 24.00,” paparnya.

Selain itu, pada saat Lebaran, slot yang dipakai untuk kegiatan TNI Angkatan Udara kosong, kata Menhub dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa. Lebih lanjut, Budi menjelaskan penambahan jam operasional serta slot tersebut bertujuan untuk mengurangi kepadatan angkutan Lebaran di Jakarta.

“Kita tahu Jawa Tengah terutama Yogyakarta, Solo dan Semarang merupakan daerah tujuan utama untuk mudik. Saya coba mengkaji Yogyakarta sebagai titik mudik saudara kita dari Jakarta, Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan. Kalau ada pergerakan-pergerakan dari Sumatra, Kalimantan yang selama ini harus ke Jakarta dahulu, bisa langsung diarahkan ke sini [Yogyakarta] jadi Jakarta tidak penuh,” ujarnya.

Menurut dia, dengan memanfaatkan penambahan slot akan memaksimalkan jumlah penumpang pada moda transportasi udara untuk Lebaran tahun 2017. “Perhitungannya kita bisa menampung 6.000 sampai dengan 9.000 orang. Ini membantu manajemen mudik kita. Jadi kalo Jakarta penuh, mungkin yang dari Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Palembang bisa langsung, tidak usah lewat Jakarta,” ucapnya Sejalan dengan hal tersebut, Budi meminta Dirjen Perhubungan Udara serta Angkasa Pura 1 untuk mendiskusikan terkait pemanfaatan slot oleh maskapai dalam menunjang arus angkutan lebaran 2017.

Sementara itu, operator Bandara Adisutjipto juga telah melakukan sejumlah perbaikan dan penambahan prasarana dan fasilitas dalam meningkatkan pelayanan terutama menjelang Lebaran 2017. Penambahan sejumlah fasilitas terminal diantaranya pusat informasi turis, restoran, ATM, klinik, mobil jemputan ke Terminal A dan Terminal B, maupun ruang menyusui.

Dia juga melakukan pemeriksaaan terhadap sejumlah fasilitas di Bandara Adisutjipto didampingi oleh GM Angkasa Pura I Agus Pandu dan GM Airnav Nono Sunariyadi. “Walaupun nantinya bandara (Adisutjipto) akan pindah ke Kulonprogo tapi untuk meningkatkan pelayanan di Bandara Adisutjipto dibuat ruang yang bisa mengatur apron lebih bagus, manuver untuk ke landasan pacu yang diharapkan aktivitas dari Apron meningkat, termasuk pembangunan travelator untuk menghubungkan terminal 1 dan 2,” tuturnya.

Selain itu untuk menunjang konektivitas, terdapat beberapa pilihan moda transportasi lanjutan di Bandara Adisutjipto yaitu kereta api Prameks yang dengan tujuan Jogja-Kutoarjo maupun Klaten-Solobalapan. Jalur darat dengan bus Trans Jogja untuk wilayah kota Jogja serta bus Damri dari Bandara Adisutjipto ke Magelang, Purworejo dan Kebumen, taksi maupun sewa kendaraan.

Dia menambahkan terdapat pilihan moda transportasi selain angkutan udara yaitu kapal RO-RO yang menghubungkan Panjang-Jakarta, Jakarta-Semarang-Surabaya-Padangbai sampai dengan Lombok. “Kapal RO-RO merupakan moda angkutan yang kita harapkan dapat menjadi substitusi bagi mereka yang mau ke daerah Semarang atau Surabaya dengan naik motor atau mobil, atau truk yang akan mengangkut komoditas,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…