Kepala Satpol PP Klaten, Sugeng Haryanto, merias wajah istrinya, Siti Mutmainah, saat lomba merias wajah istri di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (18/4/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Kepala Satpol PP Klaten, Sugeng Haryanto, merias wajah istrinya, Siti Mutmainah, saat lomba merias wajah istri di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (18/4/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Selasa, 18 April 2017 21:35 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

PERINGATAN HARI KARTINI
Begini Jadinya Saat Bapak-Bapak Pejabat Pemkab Klaten Merias Wajah Istri

Peringatan Hari Kartini di Klaten meriah dengan lomba merias wajah istri.

Solopos.com, SOLO — Mengenakan seragam Satpol PP, Sugeng Haryanto, 49, duduk berhadapan dengan istrinya, Siti Mutmainah, 45, di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (18/4/2017). Berulang kali ia mengusapkan kain ke wajahnya hingga leher lantaran keringat terus bercucuran.

Tangan Kepala Satpol PP Klaten itu tegang ketika menggoreskan pensil di alis istrinya. Protes disampaikan sang istri lantaran hasil goresan pensil tak simetris antara sisi kanan dan kiri. “Jebule ra padha [ternyata tidak sama],” kata Sugeng saat membandingkan hasil garis yang ia buat pada alis kanan dan kiri istrinya.

Ia pun kembali melanjutkan membikin garis alis pada wajah istrinya. Selama 20 menit, Sugeng merias wajah istrinya. “Pilih kon mlayu ping 10 ketimbang kon ngrias [pilih berlari 10 kali ketimbang merias],” kelakar Sugeng.

Sugeng dan Siti Mutmainah merupakan salah satu di antara 21 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) beserta istri peserta lomba merias wajah istri di Pendapa Pemkab Klaten. Selain kepala OPD, acara itu diikuti kepala puskesmas hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan (Disdik).

Sugeng baru kali pertama itu merias wajah. Persiapan sudah ia lakukan sejak Senin (17/4/2017) malam dengan belajar singkat mengenal make up beserta fungsinya dari ketiga putrinya.

“Saya tidak tahu jenis-jenisnya apa. Oleh putri-putri saya termasuk yang masih kelas II SD saya dikasih tahu fungsi masing-masing perlengkapan make up itu untuk apa. Yang paling susah itu saat membikin alis. Salah sedikit nyelepret sana sini,” katanya.

Ia pun mengakui sulit untuk merias wajah seseorang. Lantaran hal itu, ia memaklumi jika sang istri membutuhkan waktu lama ketika berdandan sebelum berangkat bersama ke acara tertentu. “Hikmahnya itu kita sebagai seorang suami harus memuliakan istri. Jangan disia-siakan,” urai dia.

Lain halnya dengan Joko Wiyono, 52, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten. Ia merupakan salah satu peserta yang luwes saat merias wajah sang istri, Nuryanti, 50.

Selama 15 menit, Joko merias wajah sang istri. “Saya orang entertainment, sering melihat orang-orang berdandan. Tadi saya lakukan spontanitas saja, tidak ada persiapan apa-apa. Baru sekali ini juga merias wajah,” kata pejabat yang juga pemilik usaha wahana hiburan Cipta Ria itu.

Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Klaten, Siti Aisyah Agustien, mengatakan penilaian lomba itu di antaranya pada kehalusan alas bedak, riasan mata dan alis, ketepatan pengaplikasian perona pipi, dan ketepatan penggunaan lipstik. “Peserta membawa alat make up sendiri. Intinya itu untuk kekompakan,” katanya.

Agustien mengatakan kegiatan itu digelar dalam rangkaian peringatan Hari Kartini. Ada sebanyak 16 kegiatan yang digelar selama peringatan itu mulai dari olahraga, keterampilan, hiburan, hingga kebudayaan.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Potensi Lokal untuk Kemandirian Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (11/8/2017). Esai ini karya Hadis Turmudi, mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta dan sedang menulis tesis tentang desa dan otonomi asli. Alamat e-mail penulis adalah adis.mandiri@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Desa-desa di Nusantara yang berjumlah kurang…