Ilustrasi kamera closed circuit television (CCTV). (Solopos/JIBI/Dok.) Ilustrasi kamera closed circuit television (CCTV). (Solopos/JIBI/Dok.)
Rabu, 5 April 2017 12:15 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Sragen Share :

BENCANA SRAGEN
3 Kamera CCTV Bakal Dipasang di Kali Garuda

Bencana Sragen, 3 kamera CCTV akan dipasang di Kali Garuda untuk memantau ketinggian air.

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak tiga unit kamera closed circuit television (CCTV) bakal dipasang di tiga lokasi berbeda di sepanjang Kali Garuda yang melintasi Desa Tangkil, Kecamatan Sragen.

Pemerintah Desa (Pemdes) Tangkil sudah mengalokasikan anggaran senilai Rp6 juta untuk membeli tiga unit CCTV itu pada tahun ini. Kamera CCTV itu terpasang di bantaran sungai supaya ketinggian debit air bisa terpantau secara visual.

“Fungsi CCTV itu sebagai early warning system [EWS]. Selama ini pemantauan ketinggian air dilakukan secara konvensional. Saya sudah terbiasa hujan-hujanan pakai mantol menyusuri bantaran Kali Garuda dari ujung selatan hingga ujung utara untuk memantau ketinggian air. Ini butuh waktu yang lama dan cukup ribet. Padahal, kami dituntut segera menyajikan laporan kepada camat dan BPBD supaya banjir bisa ditanggulangi,” terang Kepala Desa Tangkil Agus Sriyanto, Selasa (4/4/2017).

Tiga unit kamera CCTV itu rencananya akan dipasang di bantaran Kali Garuda tepatnya di kawasan Karanggungan, Kerisan, dan Tugu. CCTV itu akan memantau ketinggian debit air menggunakan infra merah. Gambar yang ditangkap kamera CCTV itu akan dihubungkan dengan layar televisi di Balai Desa Tangkil dan ponsel milik perangkat desa.

“Ke depan, kami berencana mengombinasikan CCTV dengan alarm dan lampu tanda bahaya. Kami perlu mengusulkan EWS berupa lampu dan alarm itu ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo,” terang Agus.

Tangkil merupakan salah satu desa yang menjadi langganan banjir luapan dari Kali Garuda yang berhulu di tebing Gunung Lawu di Karanganyar. Kali Garuda merupakan anak Sungai Bengawan Solo. Kedua sungai itu bertemu tak jauh dari Jembatan Sapen. Pada November 2016 lalu, banjir menggenangi ratusan rumah yang tersebar di 11 dusun di Desa Tangkil.

Ke-11 dusun di Desa Tangkil yang dilanda banjir adalah Tugu, Gabusan, Kerisan, Karang, Karanglegi, Tangkil, Grompolan, Bugel, Sungapan, Cumpleng dan Karanggungan. Bahkan, Dusun Tugu yang dihuni sekitar 200 kepala keluarga terisolasi karena banjir.

”Tugu menjadi dusun yang paling parah diterjang banjir. Tugu menjadi titik temu luapan banjir dari tiga sungai yakni Garuda, Mungkung dan Bengawan Solo,” kata Suryanto, warga setempat.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…