All New Honda Scoopy (astra-honda) All New Honda Scoopy (astra-honda)
Minggu, 2 April 2017 23:10 WIB Muhammmad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Roda 2 Share :

MOTOR HONDA
Ini Tiga Bagian Scoopy yang Sebaiknya Tak Dimodifikasi

Motor Honda Scoopy biasa menjadi bahan modifikasi, namun ada tiga bagian yang sebaiknya dibiarkan apa adanya.

Solopos.com, SOLO – Akhir Maret 2017. PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan versi terbaru dari skuter matik (skutik) Honda Scoopy yang diberi nama All New Scoopy. Kerap menjadi objek modifikasi sepeda motor, ada tiga bagian di Skutik Honda Scoopy yang sebaiknya tidak dimodifikasi agar performa skutik tidak menurun.

Dilansir Okezone, Kamis (30/3/2017), sebagian besar modifikasi yang dilakukan pada skutik Scoopy berpusat pada pewarnaan bodi, mengganti cover CVT, hingga menganti ban bawaan. Kepala Honda Research and Development Southeast Asia, Izumi Kanazawa, senang melihat banyaknya Scoopy yang dimodifikasi.

Saya sangat senang, berarti pembeli atau konsumen Scoopy di Indonesia menjadikannya sebagai tren fesyen mereka. Jadi saya sangat gembira,” ungkap Izumi, seperti dikutip Okezone.

Izumi menambahkan, modifikasi Scoopy tidak dilarang oleh Honda. Namun. ada bagian skutik yang sebaiknya tidak diutak-atik. Mengubah pengaturan beberapa komponen di Scoopy bisa mempengaruhi performa tunggangan.

Saya merekomendasikan untuk air cleaners, muffler, dan mesin, adalah tiga bagian yang menyatu satu sama lain dan memang sudah dibuat supaya memberikan performa kualitas tinggi. Jadi, supaya skutik tetap bisa berperforma tinggi, jangan pernah mengutak-atik ketiga komponen itu,” tegas Izumi.

Izumi juga melihat modifikasi dari konsumen bisa menjadi pandangan baru bagi Honda untuk membangun model Scoopy selanjutnya.

Mendukung pernyataan Izumi mengenai modifikasi Scoopy, Executive Vice President Director AHH, Johannes Loman, secara umum membebaskan modifikasi skutik Scoopy, ia menegaskan AHM hanya akan memberi panduan modifikasi yang tepat.

Silakan saja orang punya selera, kami bebaskan. Kami hanya akan selalu membantu menjadi tren. Jadi kalau mau memodifikasi pantesnya kayak begini lho,” tutup Loman.

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menjaga Etika, Menjaga Eksistensi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Pada Sabtu-Senin (5-7/8/2017) lalu saya menghadiri pertemuan majelis etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) se-Indonesia di Jakarta. Sejak organisasi…