Pemain depan PSS Sleman, Tri Handaka Putro (kanan) berselebrasi bersama rekan satu timnya setelah berhasil mencetak gol ke dua ke gawang Persinga Ngawi yang dikawal, Moch. Pujiantoro dalam ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) B di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI. Yogyakarta, Minggu (07/08/2016). Dalam pertandingan itu PSS berhasil meraih kemenangan dengan menekuk lutut Persinga Ngawi dengan angka kemenangan 3-0. Pemain depan PSS Sleman, Tri Handaka Putro (kanan) berselebrasi bersama rekan satu timnya setelah berhasil mencetak gol ke dua ke gawang Persinga Ngawi yang dikawal, Moch. Pujiantoro dalam ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) B di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI. Yogyakarta, Minggu (07/08/2016). Dalam pertandingan itu PSS berhasil meraih kemenangan dengan menekuk lutut Persinga Ngawi dengan angka kemenangan 3-0.
Jumat, 31 Maret 2017 14:20 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Indonesia Share :

LIGA INDONESIA 2017
Joko Prayitno dan Bakori Andreas Bikin Hubungan PSS dan Persis Makin Panas

Liga Indonesia 2017 yang akan mempertemukan PSS Sleman dan Persis mulai panas

Solopos.com, SLEMAN — Hubungan antara PSS Sleman dan Persis dipastikan semakin panas jelang kompetisi Liga 2 2017, 18 April mendatang. Sebab, kubu PSS menyatakan tidak akan tinggal diam terkait dengan pelanggaran etika yang dilakukan oleh Joko Prayitno dan Bakori Andreas.

Kedua eks pemain Perssu Sumenep itu memilih lari ke Persis Solo, padahal, sebelumnya keduanya telah mendapatkan uang panjar dari manajemen skuat Super Elang Jawa.

“Sampai sekarang kami masih menunggu iktikad baik dari keduanya. Mereka sudah menerima uang panjar, dan jika memang pindah harusnya uang tersebut dikembalikan,” ujar Direktur Operasional PT PSS Rumadi, Kamis (30/3/2017).

Akibat hengkangnya kedua pemain yang sempat menjalani seleksi di bawah asuhan Freddy Mulli ini, Rumadi menyebut pihaknya harus mencari pemain pengganti. Meski demikian, Rumadi mengungkapkan, persoalan pencarian pemain pengganti bukanlah menjadi persoalan sulit bagi timnya. Akan tetapi, persoalan etika dari kedua pemain inilah yang menjadi sorotan bagi manajemen PSS.

“Ini masalah etika. Bisa saja kami laporkan ke kepolisian. Ataupun kami bawa ke pengelola liga, Namun, kami masih menghormati tim mereka. Sementara ini kami sudah berkomunikasi dengan tim mereka, terkait dengan masalah ini,” sambung Rumadi.

Dihubungi terpisah, Pelatih Persis Solo Widyantoro mengaku tidak tahu menahu terkait masalah yang dihadapi oleh Bakori Andreas dan Joko Prayitno. Sebab, Wiwit-panggilan akrab Widyantoro baru menangani tim dua hari terakhir. Wiwit sendiri menggantikan posisi Yudi Suryata, setelah manajemen Persis memecat pelatih asal Sragen tersebut.

“Saya datang keduanya sudah teken kontrak dengan manajemen. Saya enggak tahu masalah ini. Terkait masalah ini sendiri saya serahkan ke manajemen,” tandas Wiwit.

lowongan kerja
lowongan kerja Nattour, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…