Perwakilan dari Tiongkok, Dinas Pariwisata, pelaku wisata DIY hingga Komunitas Tionghoa Jogja melihat sejumlah foto yang dipamerkan dalam Galeri Foto Wisata Belajar Beijing Tahun 2017, di Kasultanan Ballrom Royal Ambarrukmo Yogyakarta (RAY) Hotel, Kamis (30/3). (Harian Jogja/Holy Kartika NS)
Jumat, 31 Maret 2017 03:40 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Beijing Pamerkan Foto-Foto Wisata Belajar di Jogja

Pameran tersebut digelar selama tiga hari mulai, Kamis (30/3) di Kasultanan Ballroom, Royal Ambarrukmo Yogyakarta (RAY) Hotel.

Solopos.com, SLEMAN-Pameran foto bertajuk Galeri Foto Wisata Belajar Beijing Tahun 2017, menjadi salah satu media promosi Tiongkok dalam mengenalkan potensi wisata negara ini. Pameran tersebut digelar selama tiga hari mulai, Kamis (30/3) di Kasultanan Ballroom, Royal Ambarrukmo Yogyakarta (RAY) Hotel.

Direktur Komite Pengembangan Pariwisata Beijing, Song Yu mengungkapkan galeri foto yang dipamerkan menampilkan potensi-potensi wisata yang ada di ibu kota negara Tiongkok, Beijing. Tiongkok tidak hanya memiliki wisata budaya dan sejarah.

“Sebagai kota pendidikan, Beijing juga memiliki 91 perguruan tinggi, dua di antaranya adalah perguruan tinggi tertua. Sehingga diharapkan, Beijing juga dapat menjadi rujukan wisata belajar bagi wisatawan Indonesia,” ujar Song Yu seusai acara peresmian Galeri Foto Wisata Belajar Beijing Tahun 2017.

Song Yu mengungkapkan, Kota Jogja adalah kota yang memiliki karakteristik sama dengan Beijing. Sama-sama memiliki sejarah dan budaya yang kuat, serta merupakan kota pendidikan. Maka dari itu, melalui pameran ini pelajar asal Jogja dapat memiliki ketertarikan untuk berwisata dan belajar ke Tiongkok, demikian juga sebaliknya.

“Kami berharap kedua kota ini dapat saling mendukung,” imbuh Song Yu.

Konsulat Jenderal Tiongkok dari Kantor Perwakilan Surabaya, Gu Jingqi menambahkan warga Tiongkok menjadi salah satu sumber wisatawan terbesar di Indonesia. Di mana pada tahun 2016, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia jumlahnya mencapai lebih dari 1,4 juta orang.

“Tiongkok dan Indonesia adalah negara berkembang dengan ekonomo yang abru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Jika kedua negara ini dapat bekerjasama dan saling menguatkan, maka dapat berkembang dengan baik,” jelas Gung Jungqi.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Dispar DIY, Imam Pratanadi menambahkan Tiongkok merupakan salah satu market pariwisata yang sangat besar yang dibidik Kementerian Pariwisata. Di mana Jogja juga menjadi bagian dari daerah wisata yang terus diupayakan promosinya.

“Fokus sasaran untuk kunjungan wisatawan asal Tiongkok yakni lebih pada wisata keluarga dan pendidikan. Target ke depan untuk menyasar pasar itu, yakni perlu mengadakan pameran wisata Jogja di Tiongkok,” jelas Imam.

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…