Wabup Sukoharjo, Purwadi (berjongkok pakai peci) menanam pohon jenis kelengkeng di lahan rintisan taman buah Kelurahan Kenep, Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Senin (20/3/2017). (Trianto HS/JIBI/Solopos) Wabup Sukoharjo, Purwadi (berjongkok pakai peci) menanam pohon jenis kelengkeng di lahan rintisan taman buah Kelurahan Kenep, Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Senin (20/3/2017). (Trianto HS/JIBI/Solopos)
Selasa, 21 Maret 2017 02:00 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

Kebun Buah Dikembangkan di Kenep Sukoharjo

Kebun buah dikembangkan  di Desa Kenep Sukoharjo.

Solopos.com, SUKOHARJO — Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi meminta masyarakat ikut menanggulangi polusi udara dengan memperbanyak menanam pohon perindang atau turus jalan. Masyarakat juga diminta menanam pohon buah-buahan agar gizi dan kesejahteraan meningkat.

Penanaman pohon buah diharapkan membentuk klaster agar menjadi ciri khas wilayah dan menjadi desa wisata seperti Desa Wisata Kenep, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo.

Pernyataan itu disampaikan Wabup di acara Perintisan Kebun Buah Desa Wisata Kreatif Kenep, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Senin (20/3/2017).

“Kami minta Dinas Lingkungan Hidup Pak Tarto nanti bisa memenuhi permintaan masyarakat tentang pohon buah. Kami berharap rintisan kebun buah tak hanya di [Kelurahan] Kenep tetapi dikembangkan ke desa lain, seperti Desa Mojolaban [Kecamatan Mojolaban],” katanya.

Wabup meminta pihak desa berkoordinasi dengan Camat untuk membuat program tersebut sehingga warga Sukoharjo bisa hidup nyaman dan sejuk. Menurutnya, era sekarang dibutuhkan ruang publik nyaman bernuansa perdesaan.

“Penanaman pohon tak hanya di Kenep saja tetapi semua warga Sukoharjo yang menginginkan hidup sehat tanpa asap polusi. Ranting dan daun pepohonan bisa menyerap dan menampung asap polusi knalpot dan sebagainya.”

Lebih lanjut Wabup mengakui bencana alam sering terjadi karena banyaknya penebangan pohon. Akibatnya air langsung mengarah ke laut. “Munculnya pabrik dan tingginya volume sepeda motor berimbas kepada kurang segarnya udara yang dihirup masyarakat. pohon bisa menjadi penangkal polusi udara. Lingkungan sehat menjadi dambaan semua warga Sukoharjo. Kami berharap keberadaan kebun buah diimbangi dengan pelepasan burung-burung berkicau.”

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Sukoharjo, Djoko Sutarto mengatakan stok bibit pohon tersedia di dinasnya. “Saat ini stok bibit mayoritas pohon buah seperti kelengkeng, durian, jambu kristal dan sebagainya. Stok akan disesuaikan dengan permintaan desa. Apalagi karakter tanah di masing-masing desa juga berlainan. Ada yang cocok bibit durian ada yang cocok jambu dan sebagainya.”

Ketua panitia perintisan kebun buah Kelurahan Kenep, Untung Sularno menyatakan mendapatkan bantuan bibit sejumlah 250 batang. “Desa menyiapkan lahan kebun buah seluas dua hektare.

Lahan kebun buah merupakan lahan milik desa yang sudah dilelang tetapi sudah berkoordinasi dengan pemenang lelang. Stok pohon buah yang akan ditanam tahap awal jenis kelengkeng dan belimbing. Ada juga pohon sengon untuk menahan tanah longsor.”

Untung berharap kebun buah menjadi wahana wisata baru di Kenep. “Ke depan akan dibangun rumah wisatawan dan jembatan goyang untuk melengkapi desa wisata Kenep.”

LOWONGAN PEKERJAAN
DICARI TEKNISI TV KABEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Populisme APBN 2018

Gagasan ini ini dimuat Harian Solopso edisi Rabu (15/11/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Pemerintah dan DPR telah menyepakati RAPBN 2018 menjadi APBN 2018. Beberapa…