Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) dihukum menyanyi Bagimu Negeri di halaman pendapa Pemkab Klaten, Senin (20/3/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) dihukum menyanyi Bagimu Negeri di halaman pendapa Pemkab Klaten, Senin (20/3/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Senin, 20 Maret 2017 22:40 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Klaten Share :

Terlambat Apel, Ratusan PNS di Klaten Dihukum Menyanyi

Ratusan PNS Pemkab Klaten dihukum menyanyi lagu Bagimu Negeri karena terlambat mengikuti apel.

Solopos.com, KLATEN — Ratusan pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dihukum menyanyi lagu Bagimu Negeri di halaman pendapa Pemkab Klaten, Senin (20/3/2017). Mereka dihukum menyanyi karena terlambat mengikuti apel pagi, Jumat (17/3/2017) lalu.

Pantauan Solopos.com, 162 PNS yang dihukum menyanyi Bagimu Negeri itu menjadi tontotan PNS lainnya yang melintas di halaman pendapa Pemkab Klaten. Ratusan PNS itu diwajibkan mengikuti apel mulai pukul 10.00 WIB. Mereka mengikuti apel di bawah sengatan sinar matahari.

PNS yang dihukum menyanyi itu di antaranya dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Klaten, Bagian Hukum, Bagian Umum, Bagian Perekonomian, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Perindustrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disperinakertrans), dan Sekretariat DPRD Klaten.

Jumlah PNS di kompleks Setda Klaten mencapai 600-an orang. “Berpanas-panasan memang enak? Menyanyikan lagu Bagimu Negeri saja susah apalagi melaksanakan. Endi sing wis dilakoni. Gur janji tok,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, di sela-sela pemberian sanksi itu.

Jaka Sawaldi mengatakan setiap PNS di Klaten harus memiliki semangat tinggi untuk menaati peraturan. Hal itu termasuk mengikuti apel pagi setiap hari.

“Kalau mereka nyinyir dengan apa yang saya lakukan ini, tidak masalah. Yang terpenting, saya sudah mengingatkan. Sebagai PNS memang harus menaati berbagai peraturan yang ada. Ini untuk kebaikan semua. Jika kesalahan ini dilakukan kembali ke depan, mereka bisa saja dikenai sanksi yang lebih berat, seperti penundaan kenaikan pangkat,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Umum dan Kepegawaian BKPPD Klaten, Dodhy Hermanu, mengatakan pemberian hukuman menyanyi bagi ratusan PNS di halaman Pemkab Klaten dapat memberikan efek jera bagi yang melakukan pelanggaran.

“Saya memang diperintah Pak Sekda untuk mengumpulkan PNS yang tak hadir apel pagi Jumat lalu. Selama ini, yang datang terlambat saat apel pagi di Pemkab Klaten sudah mencapai 200-an orang. Kami sudah memiliki datanya. Kalau mereka mengulangi perbuatan itu tentu akan diberi peringatan. Mereka yang datang terlambat sudah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi,” katanya.

 

lowongan pekerjaan
Accounting, Adminidtrasi, Designer Graphis, Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Gerai Matahari dan Penjualan Kembali ke Fungsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Flo. Kus Sapto W., seorang praktisi pemasaran. Alamat e-mail penulis adalah floptmas@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Berita akan ditutupnya dua gerai Matahari di Pasaraya Manggarai dan Blok M, Jakarta, cukup menarik…