Polisi Demak berpakaian ala Sunan Kalijaga saat menggelar Operasi Simpatik Candi 2017 di dekat Alun-alun Demak, Jateng, Senin (20/3/2017) pagi. (Facebook.com-Sutomo Tomo Tomo?) Polisi Demak berpakaian ala Sunan Kalijaga saat menggelar Operasi Simpatik Candi 2017 di dekat Alun-alun Demak, Jateng, Senin (20/3/2017) pagi. (Facebook.com-Sutomo Tomo Tomo?)
Senin, 20 Maret 2017 19:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

SIMPATIK CANDI 2017
Berdandan Ala Sunan Kalijaga, Polisi Suruh Pelanggar Lalin Baca Fatihah

Simpatik Candi 2017 di Kabupaten Demak diwarnai dengan hadirnya polisi berpakaian ala Sunan Kalijaga.

Solopos.com, DEMAK – Berbeda dengan polisi pada umumnya yang menggelar operasi lalu lintas (lalin) dengan pakaian seragam polisi lengkap dengan atributnya, di Kabupaten Demak, polisi yang melaksanakan Operasi Simpatik Candi 2017 justru mengenakan pakaian ala Sunan Kalijaga.

Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Demak Kompol Sutomo, mengabarkan aksi polisi Demak itu melalui akun Facebooknya, Sutomo Tomo Tomo, di sebuah grup Facebook komunitas. Ia mengabarkan polisi berapakaian ala Sunan Kalijaga melaksanakan Operasi Simpatik Candi 2017 di dekat Alun-alun Demak, Jawa Tengah (Jateng), Senin (20/3/2017) pagi.

“Kabag Ops Kompol Sutomo berpakaian ala Jeng Sunan Kali Jaga turut serta dalam Ops Simpatik tersebut di alun2,” tulisnya di dinding grup Facebook Warga Demak dengan menyertakan beberapa foto polisi berpakaian seperti Sunan Kalijaga.

Bukan hanya itu yang membuat Operasi Simpatik Candi 2017 di Demak ini sedikit unik. Para pelanggar peraturan lalu lintas yang tepergok para polisi itu tak diberikan surat bukti pelanggaran (tilang). Bagi pelanggar yang beragama Islam hanya diwajibkan membaca salah satu surat dalam Alquran, yakni Fatihah, sebelum akhirnya kembali diizinkan berkendara.

Kompol Sutomo juga mengabarkan Operasi Simpatik Candi 2017 yang digelar di dekat Alun-alun Demak itu bersifat edukatif. “Ops Simpatik sifatnya hanya mengingatkan kepada pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dalam berlalu lintas untuk menekan angka laka lantas,” lanjut Sutomo.

Tak pelak kiriman tersebut mendapat tanggapan para pengguna Internet (netizen) yang tergabung dalam grup Facebook Warga Demak. Kebanyakan dari mereka memuji aksi simpatik yang dilakukan para polisi Demak itu.

Mereka menganggap cara polisi Demak menindak pelanggar lalu lintas itu patut ditiru polisi di daerah lain. “Alkhamdulillaah polisi Demak patut dicontoh bagi polisi di daerah lain,” tulis pengguna akun Facebook Muchlis.

Aksi unik polisi Demak dalam menggelar Operasi Simpatik Candi 2017 tak hanya kali ini dilakukan. Beberapa waktu lalu, para polisi Demak itu meniru gaya Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud saat memberikan penyuluhan pada Apel Akbar Pramuka Kwartir Demak di Alun-Alun Demak. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Lowongan Pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…