Perajin bekerja di sentra kerajinan pohon hias di Tuntang, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (17/3/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Perajin bekerja di sentra kerajinan pohon hias di Tuntang, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (17/3/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Senin, 20 Maret 2017 03:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra Feature Share :

Foto Rekor Muri Pecah di SMKN 1 Bawen

Rekor Muri dicatatkan di SMK Negeri 1 Bawen.

Pelajar bersaing membuat masakan kreasi berbahan mi instan di SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (17/3/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Pelajar bersaing membuat masakan kreasi berbahan mi instan di SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (17/3/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Siswa dan guru SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jateng, Jumat (17/3/2017) lalu, menggelar lomba memasak olahan berbahan mi instan. Para siswa SMKN 1 Bawen itu berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) dalam kategori membuat jenis menu masakan terbanyak dengan menggunakan bahan dasar mi instan. Lomba itu mencatatkan 1.125 kreasi masakan berbahan dasar mis instan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…