Ilustrasi pencuri (JIBI/Harian Jogja/Reuters) Ilustrasi pencuri (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Senin, 20 Maret 2017 22:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PENCURIAN SRAGEN
Kerja Sama dengan Petugas Satpam, 2 Residivis Bobol Gudang KPU

Pencurian Sragen, dua residivis membobol gudang KPU bekerja sama dengan petugas satpam.

Solopos.com, SRAGEN — Komplotan pencuri bekerja sama dengan petugas satuan keamanan (satpam) membobol gudang barang milik negara (BMN) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen.

Komplotan pencuri yang beranggotakan tiga orang itu dibekuk polisi dalam waktu 2,5 jam sejak peristiwa itu dilaporkan ke Mapolres Sragen. Tim Reserse Mobile (Resmob) yang dipimpin Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sragen AKP Supadi menangani kasus itu sejak ada laporan dari Kasubag Umum Sekretariat KPU Sragen, Darmawan Wibisono, 42, Senin (20/3/2017) pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan bukti-bukti dan analisis rekaman kamera closed circuit television (CCTV) milik KPU Sragen, Supadi bersama anggotanya langsung menyelidiki kasus itu. Mereka mencurigai tiga orang.

Eko Purwanto. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos

Eko Purwanto. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos

Dari hasil pengumpulan data dan bahan keterangan, mereka memastikan ada tiga orang tersangka. Ketiga orang itu langsung diburu tetapi hanya berhasil membekuk dua pelaku, yakni Catur Prakoso alias Gentho, 43, satpam KPU asal Kampung Tegalsari RT 002/RW 005, Sragen Kulon, dan Eko Purwanto alias Pentong, 41, warga Kampung Bolorejo, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Solo.

Sementara satu orang lain masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Sragen dengan inisal SD. Darmawan Wibisono saat dihubungi Solopos.com, Senin malam, menerangkan awalnya ada temannya yang kehilangan HP Blackberry 8250 warna putih.

Setelah peristiwa itu, Darmawan bersama teman-temannya memeriksa semua barang milik negara. Darmawan baru mengetahui laptop merek Asus yang masuk dalam inventarisasi BMN hilang pada Jumat (17/3/2017) pukul 11.00 WIB.

Catur Prakoso alias Gentho. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Catur Prakoso alias Gentho. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

“Setelah itu kami mengecek rekaman kamera CCTV dan menemukan pembukaan gudang oleh lebih dari satu orang. Sejumlah dokumen laporan dan beberapa data daftar pemilih tetap ikut diambil. Termasuk kabel genset juga hilang. Semua itu kami ketahui pada Sabtu [18/3/2017] dan Minggu [19/3/2017]. Laptop itu berisi aplikasi sistem arsip dan administrasi kantor,” ujarnya.

Darmawan kemudian meminta keterangan Catur Prakoso, salah satu petugas satpam yang dapat giliran piket jaga waktu ada pencurian. Dia mengatakan Catur tidak mengaku ketika ditanya tentang barang-barang yang hilang. Catur juga mengaku tidak tahu ada orang dari luar kantor yang masuk.

“Kami sempat memberi kesempatan semalam kepada Catur. Tetapi tidak ada respons. Akhirnya, tadi siang kami laporkan ke Mapolres Sragen sebagai pembelajaran karena dia sudah berbohong. Dia tidak tahu kami sudah melihat rekaman kamera CCTV,” ujar Darmawan.

Darmawan menyebut laptop itu senilai Rp8 juta. Berdasarkan laporan polisi yang dikeluarkan Kasatreskrim, total kerugian KPU mencapai Rp11 juta. Kasatreskrim Supadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso kepada Solopos.com, Senin malam, menjelaskan Catur ditangkap Tim Resmob pada pukul 13.30 WIB di rumahnya.

Setelah itu, Supadi menjelaskan Tim Resmob membekuk Eko Purwanto saat menggadaikan HP hasil curian di rumah warga di Kuwungsari RT 005/RW 019, Sragen Kulon. “Dari hasil interogasi, kami menemukan barang bukti berupa lima karung kertas dokumen milik KPU. Satu bendel kertas dokuman KPU, satu unit HP Blackberry. Total dokuman KPU yang dicuri sebanyak 6.254 buku atau bendel. Mereka beraksi dengan modus membuka gudang KPU dengan kunci yang dipegang petugas satpam,” jelas Kasatreskrim.

Supadi menerangkan dua orang yang ditangkap itu merupakan residivis kasus pencurian serupa. Motifnya mencari barang untuk dijual. Kedua tersangka mendekam di tahanan di Mapolres Sragen untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Kami menjerat kedua tersangka dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara maksimal sembilan tahun,” tambahnya.

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…