Rokim, 24, menggandeng Tampi, 67, yang kini menjadi istrinya di rumahnya, RT 009/RW 002, Desa Nampi, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Minggu (19/3/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Rokim, 24, menggandeng Tampi, 67, yang kini menjadi istrinya di rumahnya, RT 009/RW 002, Desa Nampi, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Minggu (19/3/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Senin, 20 Maret 2017 16:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

KISAH UNIK
Setelah Menikah, Pemuda Nikahi Nenek di Madiun Ingin Benahi Rumah

Kisah unik, Rokim pemuda yang nikahi nenek di Madiun berniat memperbaiki rumah yang sudah rusak.

Solopos.com, MADIUN — Setelah resmi menikah, pemuda asal Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Rokim, 24, menatap masa depan rumah tangganya dengan istrinya Tampi, 67. Rokim berkeinginan memperbaiki rumah Tampi yang kini juga ditinggalinya.

Rumah milik Tampi di RT 009/RW 002, Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, berukuran sekitar 10 meter X 5 meter dengan tembok terbuat dari papan. Lantai rumah itu masih berupa tanah. Hanya ada satu kamar tidur untuk dua sejoli tersebut.

Di ruang utama tidak ada meja dan kursi, saat ada tamu berkunjung selembar tikar akan ditata di lantai tanah.

Rokim mengatakan setelah menikah dirinya akan rajin bekerja dan menabung untuk memperbaiki rumah. Rokim mengaku rumah Tampi sangat tidak layak dan perlu diperbaiki.

Namun, untuk memperbaiki rumah tersebut membutuhkan banyak biaya. Atas hal itu, ia dan istrinya, Tampi, berkomitmen untuk bersama-sama menabung uang hasil keringat mereka.

“Iya mau nabung, biar bisa memperbaiki rumah ini. Ini kalau hujan banyak atap yang bocor,” ujar Rokim.

Dia mengatakan penghasilannya sebagai kuli bangunan memang tidak tentu. Ketika bekerja di Surabaya penghasilannya bisa mencapai Rp100.000/hari, tetapi kalau di wilayah Ponorogo hanya mendapat upah Rp50.000/hari. Sedangkan Tampi yang bekerja sebagai tukang pijit pendapatannya juga tidak pasti

“Habis ini saya mau bekerja ke Surabaya. Biar bisa membangun rumah,” kata Rokim.

Sementara Tampi mendukung keinginan suami barunya itu untuk memperbaiki rumah. Dia juga berniat akan menyisihkan uang untuk membantu suaminya dalam memperbaiki rumah itu. “Kalau rumahnya bagus kan jadi nyaman,” ujar Tampi.

WALK IN INTERVIEW, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…