Lelah, Abil tertidur saat berjualan selepas sekolah. (Istimewa/Facebook) Lelah, Abil tertidur saat berjualan selepas sekolah. (Istimewa/Facebook)
Senin, 20 Maret 2017 14:45 WIB Peristiwa Share :

Ketiduran Saat Jualan, Foto Bocah Berseragam Pramuka Bikin Netizen Iba

Kesulitan ekonomi dua saudara Abil putus sekolah.

Solopos.com, JAKARTA — Beredar foto bocah berseragam pramuka tertidur saat berjualan membuat publik dunia maya (netizen) penasaran. Menurut keterangan, bocah tersebut berjualan selepas sekolah. Kabarnya kini, nasib keluarga bocah tersebut terancam diusir dari rumah kontrakannya.

Ditelusuri Solopos.com melalui keterangan netizen, Senin (20/3/2017), bocah tersebut bernama Abil Alifudin, seorang siswa kelas 4 SD. Sebelumnya, Abil kedapatan tertidur saat berjualan sepulang sekolah di depan kampus Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta. Foto Abil tersebut kemudian diunggah di media sosial dan mendapatkan simpati.

Di foto yang beredar di media sosial, Abil tampak masih mengenakan seragam sekolah lengkap: pakaian pramuka, sepatu, dan setangan leher alias kacu merah-putih.  Di depan sang bocah tampak sebuah kardus kecil berisi tisu dan aneka jajanan.

Melihat foto Abil, banyak netizen yang kemudian mencari keberadaan bocah tersebut. Salah satunya komunitas peduli pendidikan, Sekolah Relawan. Salah satu relawan Sekolah Relawan, Roel Mustafa, mengatakan bahwa Abil hidup di tengah keterbatasan ekonomi.

Ayah Abil yakni pedagang jajanan kecil pendapatannya rata-rata Rp5.000 per hari. Karena kesulitan ekonomi, dua kakak Abil putus sekolah saat masih SMP. Kini tinggal Abil dan kakak ketiganya, kelas satu SMP, yang masih bersekolah. Sedangkan Abil juga masih memiliki adik berusia tiga tahun.

“Kakak kedua cuma sampai kelas 3 SMP, terpaksa keluar karena 3 tahun nggak bayaran sekolah. Kakak ketiga masih kelas 1 SMP itupun nunggak 3 bulan. Sedangkan adik Abil masih usia 3 tahun.” tulis Roel Mustafa melalui akun Facebooknya.

Kabarnya, keluarga Abil terancam diusir dari rumah kontrakan karena menunggak biaya sewa selama menempati rumah tersebut.
“Baru 3 bulan di kontrakan yang sekarang, tapi sudah nunggak dari awal ngontrak. Katanya sih kalau minggu depan nggak bayar, bakal diusir.” ujar Mustafa.

Perihal hal tersebut tim Sekolah Relawan tengah mengusahakan bantuan untuk keluarga Abil. Bantuan tersebut berupa biaya pendidikan bagi Abil dan modal usaha untuk kehidupan keluarga Abil yang lebih baik.

“Semoga niat baik ini dimudahkan… Pasti mau nanya kalau mau bantu? Bisa info via 08111191916 atau mau langsung transfer juga boleh. Mandiri 173 00 203040 60, Mandiri 173 0000 193731. Semuanya atas nama Sekolah Relawan.” imbuh Mustafa.


Mendengar kisah Abil tersebut membuat netizen terharu. Netizen juga berharap dinas setempat segera bergerak cepat.

“Ayo bergerak dinas yg terkait bantu lah… Pemerintah sdh ada bagian nya untuk persoalan sosial…. Semangat truss ade abil dan keluarga….” tulis Kiki Satria.

“Smg km ketiban rezeki dek.. Viralmu dimensos cepat meluas dan bbyak yg bermurah hati.. Aamin2” tulis Eriyeni Ahmad Salam.

“UNINDRA Jakarta…?? Bukannya di Jakarta ada KJP.” tulis Rachmadh Irawan.

(Verlandy Donny Fermansah/JIBI/Solopos.com)

lowongan kerja
lowongan kerja PT.TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…