Jaksa Penuntut Umum KPK membawa berkas perkara kasus dugaan korupsi proyek E-KTP ke dalam gedung pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (1/3/2017). (JIBI/Solopos/Antara/M Agung Rajasa) Jaksa Penuntut Umum KPK membawa berkas perkara kasus dugaan korupsi proyek E-KTP ke dalam gedung pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (1/3/2017). (JIBI/Solopos/Antara/M Agung Rajasa)
Senin, 20 Maret 2017 22:00 WIB JIBI/Solopos/Antara Hukum Share :

Ini Alasan KPK Rahasiakan 14 Orang yang Kembalikan Duit Korupsi E-KTP

KPK memberikan alasan mengapa masih merahasikan identitas 14 orang yang mengembalikan uang terkait korupsi e-KTP.

Solopos.com, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengatakan KPK sengaja merahasiakan nama 14 orang yang mengembalikan uang terkait korupsi e-KTP. Langkah itu merupakan sebagai bentuk perlindungan.

“Yang mengembalikan [uang terkait korupsi e-KTP] memang sengaja tidak disebutkan namanya,” kata Laode seusai menjadi pembicara dalam seminar Menelusuri Peran dan Kinerja DPR Dalam Pemberantasan Korupsi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (20/3/2017).

Menurut Laode, akan berbahaya jika pengembali uang korupsi e-KTP disebutkan namanya dalam persidangan. Sebab, sebagai pihak yang mau bekerja sama, mereka biasanya yang lebih banyak memberikan penjelasan terkait skandal kasus korupsi tersebut. “Berbahaya kalau disebut namanya, keselamatannya siapa yang akan jaga,” kata dia.

Meski demikian, Laode menegaskan dengan tidak disebutkan nama mereka, bukan berarti menghilangkan tanggung jawab pidana mereka atas kasus yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp2,3 triliun itu.

“Tapi kapan akan ditetapkan sebagai tersangka bisa dilihat pasti dia yang terakhir karena dia sudah membantu KPK memberikan informasi dan sudah punya niat baik untuk mengembalikan uangnya,” kata dia.

Selain itu, menurut Laode, apabila di persidangan mereka dapat bersikap kooperatif, KPK juga dapat memberikan keringanan tuntutan serta menjadikan mereka sebagai justice collaborator. “Tetapi itu nantinya tergantung dari pihak hakim apakah mau mengabulkan atau tidak,” kata dia.

lowongan kerja
lowongan kerja PERUSAHAAN FURNITURE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



3

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…