Wakil Bupati Klaten, Sri Mulyani. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Wakil Bupati Klaten, Sri Mulyani. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Senin, 20 Maret 2017 20:15 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Klaten Share :

BUPATI KLATEN DITANGKAP KPK
Giliran Sri Mulyani Dipanggil Penyidik KPK

Bupati Klaten ditangkap KPK, Plt. Bupati Sri Mulyani dipanggil penyidik KPK.

Solopos.com, KLATEN — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten, Sri Mulyani, memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin (20/3/2017). Sri Mulyani dicecar pertanyaan terkait pengisian jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menjelang akhir 2016.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, selain Sri Mulyani, penyidik KPK juga memanggil Andy Purnomo dan Eko Prasetyo, keduanya anggota DPRD Klaten; Slamet dan Nugroho Setyawan, pegawai negeri sipil (PNS) di Klaten; Edy Dwi Hananto dan Nina P., ajudan bupati Klaten; Dina dan Sunarso alias Po dari kalangan swasta.

Pemeriksaan sejumlah saksi itu terkait kasus dugaan jual beli jabatan yang menyeret Bupati Klaten nonaktif, Sri Hartini. “Wakil Bupati Klaten, Sri Mulyani [saat ini menjabat Plt. Bupati Klaten], kami panggil hari ini. Pemeriksaan saksi guna mendalami informasi pengisian jabatan di Klaten,” kata Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, kepada Solopos.com, Senin.

Sebagaimana diketahui, Sri Hartini ditangkap penyidik KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Klaten, Jumat (30/12/2016), beberapa jam sebelum pelantikan pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) baru Pemkab Klaten. Selain Sri Hartini, penyidik KPK juga menangkap Suramlan, yang saat itu menjabat Kepala Seksi (Kasi) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten.

Berkas perkara Suramlan sudah dikirim ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jateng, beberapa waktu lalu, dan tinggal menunggu jadwal sidang. KPK menyita uang Rp2 miliar saat penangkapan Sri Hartini dan Suramlan.

Saat penggeledahan susulan, KPK menyita uang Rp3,2 miliar di kamar anak Sri Hartini yang juga anggota DPRD Klaten, Andy Purnomo. “Kami juga mendalami soal dana aspirasi dan dana bantuan keuangan lainnya. Makanya hadir pula anggota DPRD Klaten,” kata Febri.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, mengaku tak mengetahui Plt. Bupati Klaten, Sri Mulyani, diperiksa KPK di Jakarta, Senin. “Saya tak tahu soal itu. Saya juga tidak memperoleh laporan terkait pemeriksaan Plt. Bupati oleh KPK,” katanya.

Sri Mulyani tak menjawab panggilan telepon Solopos.com, Senin. Pesan singkat yang Solopos.com kirim juga tak dibalas.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan terungkapnya kasus jual beli jabatan di Klaten diharapkan menjadi peringatan bagi setiap PNS agar tak mendekati kasus korupsi. Sri Mulyani memperoleh surat panggilan KPK, akhir pekan lalu.

“Kabarnya memang seperti itu [Plt. Bupati Klaten, Sri Mulyani diperiksa di KPK]. Tapi, saya tak mengetahui persis dengan siapa Plt. bupati diperiksa,” kata salah seorang PNS di kompleks Setda Klaten yang enggan disebutkan namanya.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…