Legislator DPR dari Dapil IV Jateng, Rinto Subekti, melayani wawancara sejumlah wartawan di Karanganyar, Selasa (14/3/2017) malam. (Kurniawan/JIBI/Solopos) Legislator DPR dari Dapil IV Jateng, Rinto Subekti, melayani wawancara sejumlah wartawan di Karanganyar, Selasa (14/3/2017) malam. (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 15 Maret 2017 15:40 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PROYEK PANAS BUMI KARANGANYAR
Anggota DPR Tolak Eksploitasi Geothermal Gunung Lawu

Proyek panas bumi Karanganyar, anggota DPR mendukung penolakan eksploitasi geothermal Gunung Lawu.

Solopos.com, KARANGANYAR — Anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Jawa Tengah (Jateng) yang meliputi Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri, Rinto Subekti, menolak eksplorasi dan eksploitasi energi panas bumi (geothermal) Gunung Lawu.

Dia siap memperjuangkan aspirasi warga lereng Gunung Lawu yang juga menolak proyek tersebut. Pernyataan itu disampaikan politikus Partai Demokrat tersebut saat diwawancarai wartawan saat berkunjung ke Karanganyar, Selasa (14/3/2017) malam. (Baca juga: Anggota DPRD Ikut Tolak Eksploitasi Geothermal Gunung Lawu)

“Bidang energi geothermal ini memang menjadi kewenangan Komisi VII DPR dan saya di Komisi X. Tapi saya pribadi berharap keaslian Gunung Lawu jangan diganggu gugat. Aneka budaya, sejarah, keindahan alam, dan mata air Lawu jangan diganggu,” ujar dia.

Rinto mengakui sejauh ini belum ada surat dari warga yang masuk ke DPR terkait polemik proyek geothermal tersebut. Tapi bila kelak ada surat itu, dia menyatakan akan memperjuangkan aspirasi tersebut. “Karena bagaimana pun ini adalah aspirasi,” imbuh dia.

Rinto mempertanyakan urgensi proyek geothermal di Gunung Lawu. Secara umum kebutuhan energi listrik di Pulau Jawa sudah tercukupi. “Pertanyaannya, kenapa harus di Lawu? Yang masih kekurangan listrik kan di luar Pulau Jawa,” kata dia. (Baca juga: Dukung Aksi Penolakan, Bupati Yuli Ikut Berorasi)

Apalagi, Rinto melanjutkan potensi panas bumi gunung berapi juga banyak di luar Jawa. “Saya memang belum pegang data potensi geothermal Lawu. Tapi sebagai warga Tawangmangu, saya akan jaga warisan budaya dan keindahan alam gunung ini” tegas dia.

Menurut Rinto, Gunung Lawu menyimpan harta karun kebudayaan dan sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Kekayaan luhur warisan para pendahulu tersebut tak bisa dinilai dengan uang. Aneka kekayaan itu harus dipelihara dan dilestarikan generasi penerus.

Sikap senada disampaikan legislator Komisi D DPRD Jateng dari Fraksi PKS, Hadi Santoso. Dia menolak eksplorasi dan eksploitasi panas bumi di Gunung Lawu. Alasannya, menurut dia, proyek tersebut akan berdampak negatif bagi warga setempat.

Hadi meminta proyek geothermal Gunung Lawu ditinjau ulang. Dia menilai proyek geothermal kontra produktif dengan program Kementerian Lingkungan Hidup pada 2012. Saat itu, dia menjelaskan Kementerian Lingkungan Hidup membeli lahan untuk kebun botani.

“Pemerintah mesti mendengarkan masukan masyarakat yang menolak proyek ini, jangan dianggap angin lalu. Adanya penolakan menunjukkan lemahnya sosialisasi dalam penentuan tapak proyek. Persoalan pabrik semen Rembang harus jadi contoh,” ujar dia.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…