Pasar Argosari di Kecamatan Wonosari, Gunungkidul akan segera direvitalisasi menggunakan anggaran sebesar Rp500 juta. Minggu (12/3/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Pasar Argosari di Kecamatan Wonosari, Gunungkidul akan segera direvitalisasi menggunakan anggaran sebesar Rp500 juta. Minggu (12/3/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 13 Maret 2017 12:55 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PASAR TRADISIONAL GUNUNGKIDUL
Pembongkaran Akses Difabel di Argosari Ditentang, Ini Alasannya

Pasar tradisional Gunungkidul, Argosari akan diperbaiki

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Gunungkidul berencana membongkar akses jalan bagi difabel dan digantikan dengan lift di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari. Namun hal itu ditentang oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Gunungkidul karena menyalahi aturan.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Disperindag Gunungkidul, Sulatif mengatakan pada tahun ini pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp500 juta untuk revitalisasi Pasar Argosari. Dana tersebut akan digunakan untuk membongkar jalan akses bagi difabel, kemudian diganti dengan fasilitas lift.

Sulatif menilai akses jalan bagi para difabel kurang efektif.

“Sudah 12 tahun itu tidak pernah dipakai. Kami sudah koordinasi dengan pihak DPUPKP bahwa itu kalau dibongkar tidak mempengaruhi struktur bangunan karena hanya aksesoris,” kata dia, saat ditemui Harianjogja.com akhir pekan lalu.

Menurut dia, meski akses untuk difabel di pasar terbesar di Gunugkidul itu dibongkar, fasilitas untuk difabel masih tetap akan terpenuhi dengan adanya lift tersebut. Selain itu menurutnya juga akan membuat pemandangan di pasar menjadi tidak kumuh.

Lanjutnya lagi, pada 2018 mendatang juga akan dianggarkan lagi sejumlah dana untuk revitaliasi Pasar Argosari yang berada di lantai tiga.

“Kios-kios yang di atas itu tidak begitu laku. Nanti bagian atas itu akan kami buat terbuka untuk kios-kios kuliner,” kata dia.

Sementara itu, Kepala DPUPKP Gunungkidul, Eddy Praptono menentang adanya pembongkaran akses bagi para difabel di Pasar Argosari. Dia mengaku belum mendapatkan laporan secara detail mengenahi rencana revitalisai Pasar Argosari.

Namun yang jelas, menurutnya akses jalan bagi difabel tidak boleh serta merta dibongkar begitu saja. Pasalnya menurut aturan, semua fasilitas publik harus menyediakan akses bagi para kaum disabilitas.

“Tidak boleh dibongkar begitu saja,” kata dia, kepada wartawan,  Minggu (12/3/2017).

Kendati dibongkar dan digantikan dengan lift untuk menunjangan akses bagi kaum difabel, menurut dia harus tetap ada alternatif atau akses cadangan. Sehingga tangga atau ram bagi difabel yang sekarang ada di Pasar Argosari tersebut harus tetap ada, meskipun nantinya di pasang lift.

Selain itu, dia mempertanyakan anggaran Rp500 juta untuk pemasangan lift dan pembongkaran akses difabel tersebut. Pasalnya menurut dia harga lift standart yang layak memerlukan dana lebih dari Rp500 juta. Kecuali anggaran tersebut digunakan untuk memasang lift barang yang memang harganya lebih murah.

“Memang bisa diganti dengan lift barang, tapi itu tidak buat manusia dan tidak layak untuk difabel. Ya jangan lah,” kata Eddy. Menururnya jika memang ingin membuat lift yang layak untuk manusia paling tidak membutuhkan dana sekitar Rp800 juta.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…