Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di pinggir jalan, memadati sisi barat Taman Kuliner Wonosari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul. Jumat (10/3/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di pinggir jalan, memadati sisi barat Taman Kuliner Wonosari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul. Jumat (10/3/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 12 Maret 2017 02:22 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PENATAAN GUNUNGKIDUL
PKL Taman Kuliner Akan Direlokasi

Penataan Gunungkidul kali ini mengenai PKL di Taman Kuliner

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul akan merelokasi sejumlah Pedagangan Kaki Lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan sekitar Taman Kuliner Wonosari. Sejumlah PKL akan dibuatkan tempat kusus di sebelah utara Taman Kuliner.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Sulatip menuturkan, pihaknya berupaya memberikan solusi kepada para PKL yang masih berjualan di sembarang tempat. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan relokasi PKL ke sisi utara Taman Kuliner.

“Lahan di sisi utara yang semula kosong, selanjutnya akan dilakukan pengerasan, sehingga dapat digunakan sebagai tempat berjualan oleh pedagang,” ujarnya, kepada wartawan, Jumat (10/3).

Dia mengatakan, semenjak dibukanya Taman Kuliner, puluhan PKL yang ada di sekitaran alun-alun Wonosari dan Komplek Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul menyerbu taman kuliner untuk tempat berjualan. Namun dikarenakan keterbatasan tempat, akhirnya, masing-masing pedagang hanya berjualan di sembarang tempat. Sehingga membuat pemandangan menjadi semakin semrawut.

Sulatif Menyebut saat ini terdapat sekitar 32 pedagang kuliner dan puluhan PKL yang beroperasi di Taman Kuliner Gunungkidul. Pedagang yang menggunakan lapak di taman kuliner dikenakan tarif sewa sebesar Rp 5-6 juta per tiga tahun, serta retribusi sebesar Rp 200 per meter pada awal membuka lapak.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, puluhan pedagang kaki lima yang ada di Taman Kuliner, masih bercokol berjualan di emperan Taman Kuliner, ditambah  parkir kendaraan yang malah ditempatkan di depan Taman. Hal tersebut membuat pemandangan taman yang kurang rapi.

Salah satu pedagang kaki lima (PKL) di Taman Kuliner, Yanto, mengatakan dirinya mulanya berjulan di alun-alun. Namun karena Taman kuliner dinilai lebih banyak pembeli kemudian dia pindah ke depan taman kuliner. “Saya sebelumnya berjulan di alun-alun, tapi di sana sudah tidak muat jadi saya pindah ke sini,” kata dia.

Yanto yang sehari-hari berjualan bakso bakar itu tidak mengelak jika sejumlah pedagang yang berjualan di pinggir jalan membuat kurang rapi. Namun diakuinya berjulan di depan Taman Kuliner sudah nyaman, dan banyak pembeli.

Sehingga dirinya khawatir jika nanti dipindah-pindah maka jualanya malah sepi pembeli. Padahal dengan berjualan di pinggir jalan depan Taman Kuliner, dirinya dapat menjual 150 sampai dengan 200 tusuk bakso bakar per hari.

“Tapi kalau mau di tata lagi kami ya tidak maslah ikut saja asal dipertimbangkan juga supaya masih tetap ramai,” kata dia

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…