Jogja
Senin, 27 Februari 2017 - 10:41 WIB

HARGA GABAH : Bulog Bantah Harga Gabah di Tingkat Petani Anjlok

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panen padi di Bantul. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)

Harga gabah dikabarkan anjlok di tingkat petani

Harianjogja.com, BANTUL-Badan Urusan Logistik Daerah Istimewa Yogyakarta (Bulog DIY) membantah terjadinya harga anjlok pada gabah di DIY.

Advertisement

Kepala Seksi (Kasi) Umum dan Humas Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Yudha Ajipribawa menegaskan tidak ada harga gabah anjlok di wilayah DIY, termasuk Bantul. Pihaknya mengklaim telah melakukan pengecekan di Pundong, terkait adanya keluhan anjloknya harga gabah.

“Memang kami mendapati harga gabah turun, tapi hal itu diakibatkan padi terserang hama sehingga kualitasnya menurun. Kami sudah klarifikasi di lapangan, hasilnya harga gabah bukan anjlok,” kata dia, Minggu (26/2/2017).

Ia juga membenarkan ada petani yang tidak menjual gabah mereka, melainkan menyimpannya. Hal itu dilakukan karena jumlah gabah sedikit dan ada pula padi yang terkena hama patah leher.

Advertisement

Akibatnya, bukan hanya kualitas gabah petani yang menurun, melainkan juga jumlah gabah yang dipanen menurun drastis.

Ia juga membantah dan tidak mendapati adanya petani yang menjual gabah kisaran harga Rp2.800 atau Rp2.400. Serta memastikan jika harga gabah di tingkat petani lebih dari Rp3.000, sebagaimana ketentuan harga gabah yang berlaku.

Menurut dia, harga gabah harus lebih dari Harga Pokok Penjualan (HPP), saat ini HPP gabah kering sudah Rp3.750 di tingkat petani

Advertisement

Kendati membantah harga gabah tingkat petani di DIY turun, Yudha mengakui sangat mungkin gabah petani dibeli di bawah ketentuan HPP.

“Itu bisa saja terjadi jika petani menjual gabah ke tengkulak, karena karakteristik tengkulak yakni membeli gabah serendah-rendahnya. Sebab itu, kami meminta agar petani tak lagi menjual gabah ke tengkulak, tapi langsung ke Bulog,” ujarnya.

Perum Bulog DIY menurut dia sudah menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Pengadaan Gabah, imbuh dia. Satgas ini disebar ke pelosok-pelosok untuk membeli gabah langsung dari petani. Dengan adanya Satgas ini, diharapkan nantinya tidak ada lagi petani yang mengeluhkan harga gabah dibeli dibawah ketentuan standar.

“Kalau sekarang kebetulan daerah sergap kami di Bantul,” kata dia.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif