Ilustrasi beras (par.com.pk) Ilustrasi beras (par.com.pk)
Jumat, 24 Februari 2017 18:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

BANTUAN PANGAN NONTUNAI
5.370 Keluarga di Kota Madiun Terima BPNT berupa Beras dan Gula

Bantuan pangan nontunia diberikan kepada keluarga prasejahtera.

Solopos.com, MADIUN — Total 5.370 keluarga di Kota Madiun menerima bantuan pangan nontunai (BPNT) dari pemerintah pusat. Pada Kamis (23/2/2017), Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun bersama Perum Bulog Subdivre IV Madiun meluncurkan BPNT untuk keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah terdata.

“Ribuan KPM tersebut berada di tiga kecamatan yang ada di Kota Madiun, yakni Kecamatan Taman, Manguharjo, dan kartoharjo,” ujar Wakil Wali Kota Madiun Sugeng Rimiyanto wartawan saat peluncuran BPNT di Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Sugeng berharap masyarakat prasejahtera Kota Madiun yang masuk dalam daftar KPM tidak selamanya mengandalkan bantuan dari pemerintah tersebut, namun dapat berdaya mandiri.

“Kita sangat ingin warga Kota Madiun juga berusaha. Agar dari waktu ke waktu keluarga penerima bisa berdaya, artinya bisa berkurang. Sebab, kita memiliki tanggung jawab untuk menjadikan masyarakat sendiri lebih sejahtera dari berbagai sektor bidang yang bisa dilakukan,” tutur dia.

Wakil Kepala Bulog Subdivre IV Madiun Edy Sarjono mengatakan peluncuran pemberian BPNT dilakukan secara serentak di 44 kota di seluruh Indonesia.

“Dalam bantuan tersebut masing-masing KPM mendapat alokasi jatah beras kualitas medium sebanyak 10 kilogram dan gula pasir sebanyak 2 kilogram setiap bulannya,” ucap Edy.

Pada kesempatan itu, pendistribusian bantuan dilakukan untuk jatah dua bulan sekaligus, yakni bulan Januari dan Februari.

Nantinya, penyaluran BPNT setiap bulannya di Kota Madiun dapat dilakukan di tiga e-warong KUBE PKH, 27 rumah pangan kita (RPK) milik Bulog setempat, dan 10 agen bank yang siap melayani pengambilan bantuan.

Edy menambahkan, selain pengganti bantuan rastra (raskin) secara manual bagi warga kurang mampu di 44 kota yang diluncurkan, BPNT juga bertujuan menambah pasokan pangan di pasaran, sehingga diharapkan dapat menekan inflasi.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…