Ratusan orang mendatangi kantor Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Jalan Suryopranoto, Gunungketur, Pakualaman, Sabtu (18/2/2017) siang ini. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Ratusan orang mendatangi kantor Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Jalan Suryopranoto, Gunungketur, Pakualaman, Sabtu (18/2/2017) siang ini. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 20 Februari 2017 21:23 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PILKADA JOGJA
Relawan Imam-Fadli Ngotot Hitung Ulang Surat Suara Tidak Sah

Pilkada Jogja, kubu balon 1 masih menyatakan keberatan

Solopos.com, JOGJA — Seratusan kader dan relawan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai penyokong Imam Priyono-Achmad Fadli, mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja Senin (20/2/2017). Mereka menuntut KPU membuka kembali kotak surat suara tidak sah dan menghitung ulang.

“Kita ingin rekapitulasi di tingkat KPU nanti surat suara tidak sah dibuka,” teriak Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDIP Kota Jogja, Antonius Fokki Ardianto, dalam orasinya.

Rabu (22/2/20217) besok, proses rekapitulasi tingkat KPU Kota Jogja dimulai. Fokki juga mempertanyakan netralitas komisioner KPU, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Fokki mengklaim banyak laporan saksi yang menyatakan adanya surat suara sah untuk pasangan Imam-Fadli namun dimasukkan dalam kotak surata tidak sah.

Karena itu, pihaknya meminta KPU membuka kembali surat suara tidak sah. Upaya keberatan sudah dilakukan tingkat PPK, namun PPK tidak mau menggubris keberatan saksi paslon Imam-Fadli.

“Di Kotagede dan Danurejan kotak suara tidak dibuka padahal sudah ada rekomendasi Panwascam,” kata Fokki.

Semua saksi Imam-Fadli akhirnya tidak menandatangani semua berita acara hasil rekapitulasi suara tingkat kecamatan. Semuanya menyampaikan keberatan melalui form D2-KWK, dokumen keberatan. Mereka akan mendesak kembali pembukaan kotak suara tidak sah dalam rekapitulasi tingkat KPU.

Fokki menilai banyak kejanggalan terjadi dalam proses rekapitulasi sehingga ia khawatir penyelenggara tidak netral. Untuk menjamin keamanan kotak suara ia meminta KPU agar memindahkan penyimpanan semua kotak suara ke kantor polisi. Saat ini kotak suara di simpan di kantor KPU di Jalan Magelang dan Gudang KPU di Jalan Imogiri Timur.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…