Seorang petugas dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wates mengecek ulang hasil rekapitulasi suara yang dilakukan di pendapa kantor Kecamatan Wates, Jumat (17/2/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Seorang petugas dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wates mengecek ulang hasil rekapitulasi suara yang dilakukan di pendapa kantor Kecamatan Wates, Jumat (17/2/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 18 Februari 2017 13:37 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PILKADA SERENTAK
Kapolda DIY Minta Pendukung Calon Menahan Diri

Pilkada serentak diharapkan tetap kondusif

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Kepala Kepolisian Daerah DIY Brigadir Jendral Polisi Ahmad Dofiri mengklaim pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Kulonprogo dan Kota Jogja berjalan aman dan lancar.

Dia pun berharap agar simpatisan calon dapat menahan diri hingga KPU mengumumkan siapa yang terpilih menjadi kepala daerah di dua tempat tersebut.

“Suasana kondusif itu harus tetap dijaga. Jangan  sampai ada aksi yang mencoreng pelaksanaan yang sejak awal sudah berlangsung dengan baik tersebut,” kata Dhofiri kepada wartawan di sela-sela menghadiri kegiatan bakti sosial di Polres Gunungkidul, Sabtu (18/2/2017).

Menurut dia, kelancaran pilkada bukan semata-mata menjadi tugas dari pihak keamanan. Namun kondisi itu dapat diwujudkan dengan melibatkan peran dari semua pihak, mulai dari calon, partai pengusung hingga simpatisan dari calon yang bertarung dalam pemilihan untuk saling menahan diri. “Mari bersama-sama kita jaga agar suasana tetap kondusif hingga akhir pilkada nanti,” ujar mantan Wakpolda DIY itu.

Dhofiri berharap kejadian di Kecamatan Kraton pada Kamis (16/2/2017) lalu tidak terulang kembali. Untuk itu, pihaknya siap melakukan pengamanan sampai adanya keputusan pemenangan pilkada oleh KPU Kota Jogja. Dia pun mengungkapkan, keberhasilan petugas dalam menangani permasalahan di Kraton juga sebagai bentuk kesiapan polisi dalam mengawal pilkada mulai dari awal tahapan pelaksanaan.

“Sudah kita siapkan 2.500 personel [pengamanan di Kulonprogo dan Kota Jogja]. Dengan jumlah ini sudah sangat cukup untuk pengamanan hingga proses akhir nanti,” katanya.

Dia menegaskan, adanya kejadian di Kecamatan Kraton tak lantas membuat pengamanan di Pilkada Kota Jogja mendapatkan perlakuan khusus. Sebab, upaya pengamanan yang sama juga diberikan oleh polisi di Pilkada Kulonprogo. “Potensi kerawanan di kedua daerah sama sehingga pengamanan yang dilakukan diberlakukan sama pula,” ujarnya.

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…